๐ปโโ๏ธ " Terus-terus? Kalian diapain sama sosok itu? Aduh, gue penasaran berat demi apapun! Gimana kelanjutannya?"
๐ฆ "Air mataku yang ditahan sejak di lobby tumpah, aku menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Aku memejamkan mata dan mendengar suara Allora yang juga tidak kalah kencang, sama-sama panik dan ketakutan. Laluโฆ lampu ruangan tiba-tiba menyala. Waktu aku buka mata, ada Pak Satpam yang berdiri di samping sakelar."
๐ปโโ๏ธ "Ya ampun, untung ada Pak Satpam."
๐ฆ "Iya, untung ada Pak Satpam, jadi kami tahu kalau sosok perempuan menyeramkan itu malah tertawa. Suara tawanya sama persis dengan suara orang di depan kami. Dan ternyata siapa? Ya itu kamu Jopex, Kamu memang ada aja kerjaannya, Jopex! Ternyata kamu yang sengaja melakukan prank menggunakan wig dan makeup horror. Apa sih motivasi kamu?"
๐ปโโ๏ธ "Hihihihi.... Waktu tahu kalian berencana bikin vlog horror, gue iseng aja pengen tahu reasksi kalian kalau lagi takut. Tapi pukulan kalian berdua betulan sakit, loh. Sampai sekarang masih kerasa nih."
๐ฆ "Itu belum seberapa kalau dibandingkan dengan ketakutan kami selama berjam-jam, Jopex. Dasar iseng kamu!"
๐ฆ "Tapi plot twist nya belum kami sampaikan, Jopex. Saat rekaman kamera terakhir diperiksaโฆ di ujung lorong yang gelap terlihat seorang perempuan lain berdiri diam sambil menunduk. Dan kali iniโฆ itu bukan kamu! Kami serius!"
๐ปโโ๏ธ "Tega, Allora! Padahal lagi suasana setegang itu. Lalu nasibmu gimana Layla?
๐ฆ " Ya, tinggallah aku sendirian dalam suasana lobby yang gelap dan dingin. Aku cuma bisa menahan tangis dan mengatur napas. Dan disaat itu Aku mulai mendengar suara langkah kaki dari lantai atas. Awalnya pelan. Lalu semakin dekat. Semakin jelas. Dan berhenti tepat di belakang kami. Aku... Aku merasa tubuhku langsung dingin. Dengan tangan gemetar aku mencoba membangunkan Allora yang tertidur di bahuku."
๐ฆ "Entah kenapa aku bisa tertidur sejenak ya kemarin. Saat aku dibangunkan dan membuka mata, aku menoleh ke kanan, kiri, dan belakang.... lalu.... HUAAAAA!!! Aku langsung berteriak histeris. Di belakang kami berdiri seorang perempuan dengan pakaian rapi beserta almamater. Rambut panjangnya menutupi sebagian wajah pucat penuh bercak darah. Kami langsung berlari tanpa aba-aba. Lorong kampus yang panjang terasa seperti tidak ada ujungnya. Langkah kaki sosok itu terdengar menghantam lantai tepat di belakang kami."
๐ปโโ๏ธ "Astaga! Gue ikut kaget woy! Terus bagaimana?!! Kalian berhasil kabur?"
๐ฆ "Aku sama Allora berpegangan tangan sambil terus berlari sampai akhirnya kami bersembunyi di sebuah ruangan kosong. Namun sosok itu berhasil menemukan kami. Kamera vlog yang kami bawa jatuh ke lantai saat Allora panik mundur ketakutan. Kamera itu tetap merekam dalam posisi miring menghadap lorong gelap."
๐ปโโ๏ธ "Wah... Badan dan kamera kalian aman? Bener-bener diuji ya kalian. Uji nyali iya, uji daya tahan tubuh juga. Dan yang pasti ujian hidup Mbak Yayuk sangat-sangat besar. Gua ga bisa bayangin setertekan apa beliau, padahal proses menuju kelulusannya tinggal kurang satu langkah lagi."
๐ฆ "Sangat tragis dan bikin merinding sih. Merinding takut dan merinding pilu sama kisah itu. Semangat, ya para pejuang skripsi. Sesulit apapun proses itu, kalian harus tetap berjuang mati-matian untuk hidup. Semuanya pasti indah kalau sudah waktunya. Sepakat ya?"
๐ฆ "Sepakat. 100% sepakat!"
๐ปโโ๏ธ "Sepakat setuju juga. Kita kembali ke cerita perjalanan kalian, ya? Lalu setelah hujan turun, kalian ke mana?"
๐ฆ "Karena hujannya makin deras, kami akhirnya memutuskan kembali ke lobby utama kampus untuk berteduh sambil menunggu hujan reda. Namun di sanalah puncak uji nyali kami. Tingkat seramnya berkali-kali lipat dari sebelumnya. Lobby kampus perlahan menjadi kosong. Jam menunjukkan pukul 18.50 malam. Hujan di luar semakin deras sementara suasana di dalam gedung terasa dingin dan sunyi."
๐ฆ " Huft... Sebentar aku tarik napas dulu... Di sana aku mendengar suara pintu loker dibuka dan ditutup dari ujung lorong."
๐ฆ "Sedangkan aku mendengar langkah kaki seseorang berjalan mondar-mandir. Beberapa menit kemudian terdengar suara keras dari belakang mereka. BRAKK! Sebuah kursi jatuh sendiri. Dan perlahan bergerak seperti sedang ditarik seseorang. Kami berteriak kaget. Kami mencoba menenangkan diri, walaupun jantung sudah berdetak tidak karuan. Ga tahu kenapa, di situasi itu aku malah ngantuk dan akhirnya tidur bersandar di bahu Layla. Maaf ya, Lay...."
๐ฆ "Setelahnya terdengar suara peluit dari tribun belakang lapangan. Padahal tempat itu kosong. Aku dan Allora sempat menoleh berkali-kali, mencoba mencari sumber suara, tapi tidak ada siapapun di sana. Dan sejak saat itu, suasana mulai terasa berbeda. Langit berubah gelap lebih cepat. Angin mulai terasa dingin. Bahkan suara daun-daun yang bergesekan terdengar seperti bisikan panjang di telinga kami.
๐ฆ "Aku rasa suasana itu sudah sangat mendukung buat naikin tensi keseraman malam itu. Jadi aku minta Layla buat ceritain kisah mahasiswa abadinya UGM yang hmm... Bisa dibilang punya kisah cukup tragis."
๐ปโโ๏ธ "Mahasiswa abadi ini berarti yang ga lulus-lulus ya? Gimana tuh kisahnya, kenapa bisa sampai jadi urban legend yang terkenal di kampus UGM?"
๐ฆ "Jadi jop, nama dia Yayuk atau biasanya dipanggil Mbak Yayuk. Menurut cerita yang beredar di kampus, Mbak Yayuk adalah mahasiswi pintar di tahun 70-an yang mengalami tekanan berat karena skripsinya tidak kunjung selesai. Ia mulai menarik diri dari lingkungan sekitar hingga suatu malam ditemukan meninggal setelah beberapa hari menghilang. Sejak saat itu banyak mahasiswa mengaku sering melihat sosok perempuan duduk sendirian di area kampus menjelang malam. Biasanya memakai pakaian putih, wajahnya pucat, dan rambut panjangnya selalu menutupi wajah."
๐ฆ"Percaya atau ga, waktu Layla menceritakan itu, suasana taman belakang kampus terasa makin sunyi dan anginnya jadi lebih dingin. Bahkan microphone kamera kita sempat menangkap suara ketikan keyboard dari dalam gedung kosong di dekat taman. Padahal sebagian lampu gedung sudah mati. Hujan lalu turun tiba-tiba. Awalnya hanya rintik kecil, tapi dalam hitungan menit berubah menjadi hujan deras disertai angin yang cukup kencang."
๐ฆ " Life must go on, Jopex. Kami tetap melanjutkan perjalanan masuk ke area kampus karena di sana jujur aja nih... Rasa takutku masih belum gede. Kami jalan sambil merekam suasana sekitar. Kamu tahu lah, Jo. UGM di sore hari memang terasa indah banget. Pepohonan rindang, gedung besar yang menjulang tenang, dan suasana kampus yang adem membuat semuanya terasa nyaman. Rasa takut yang tadi mendadak sirna."
๐ปโโ๏ธ "Iya sih. Golden hour di UGM best... Tapi kalau langit udah gelap, beda lagi ceritanya. Kalian merasa gitu juga ga Allora, Layla?"
๐ฆ "Jelas dong! Kan gue sama Layla jalan dari sore sampai malam. Perubahan suasananya terasa banget ya, Lay? Kami sempat melewati sebuah lorong fakultas yang cukup sepi. Lampunya redup walaupun hari belum gelap. Back to vlogging, sambil merekam gue juga menjelaskan salah satu cerita urban legend tentang suara perempuan menangis di lorong itu. Tahu ga, Jopex? Gue dengar ada suara tertawa yang samar. Microphone kamera juga bisa menangkap suara tawa itu walaupun kecil banget. Gue langsung berhenti berjalan dan saling tatap sama Layla. Tapi waktu gue tanya, ternyata cuma gue yang dengar. Layla ga dengar sama sekali suara itu."
๐ฆ "Aku bilang ke Allora, udahlah kita anggap aja itu hanya suara dari luar gedung, walaupun sejak saat itu bulu kuduk aku mulai berdiri."
๐ปโโ๏ธ "Ah... What a... Okay, lalu gimana setelah itu?"
๐ฆ "Waktu itu sudah menjelang maghrib, kami berjalan menuju lapangan kampus untuk menikmati sunset sambil melanjutkan vlog. Suasananya indah, bahkan terlalu indah untuk sebuah cerita horror. Lagi-lagi rasa takutnya luntur. Langit jingga memantul di jendela gedung kampus dan angin sore berhembus pelan. Kami terlena sesaat. Setelah itu momen yang gong banget ternyata sudah menanti. Duh...."
๐ฆ "Yup, beyond expectation pokoknya. Jadi, sore itu kami berdua berdiri di depan gerbang UGM sambil menyiapkan kamera vlog dan tripod kecil yang kami bawa. Suasana kampus masih ramai. Banyak mahasiswa berjalan santai, beberapa duduk di taman sambil mengerjakan tugas, dan sisanya sibuk lalu-lalang menuju gedung perkuliahan. Awalnya semua terasa normal. Terus gue dan Layla membuka vlog dengan penuh semangat, memperkenalkan diri, dan menjelaskan kalau hari itu kami ingin menelusuri beberapa urban legend terkenal di UGM."
๐ฆ "Tapi tepat beberapa detik setelah opening vlog selesai, layar kamera mendadak glitch disertai suara dengungan aneh. Gue sempat mengira kameranya rusak. Oh God! Tapi ternyata bukan rusak, melainkan ada 'hal lain' yang terjadi. Saat hasil rekaman diputar ulang malam harinyaโฆ terlihat ada sosok perempuan berdiri jauh di belakang kami berdua. Bayangin, dia berdiri diam sambil menunduk di belakang gua dan Layla. Rambut panjangnya menutupi hampir seluruh wajahnya. Dan yang membuat gua merindingโฆ tidak ada siapapun di sana saat itu selain 3 perempuan. Gua, layla, dan... we didn't know who she really is."
๐ปโโ๏ธ "Wow! Gue yang ga ada di sana bareng kalian aja rasanya udah merinding sendiri sekarang, hahaha.... Terus gimana, Al? Kalian tetap lanjut atau berhenti sampai situ?"
๐ปโโ๏ธ "Anyway guys. Kalau kalian bisa dengar, malam ini hujan turun cukup deras di kawasan Universitas Gadjah Mada. Rintik hujan malam ini akan melengkapi cerita 'spesial' yang bakal kita dengar dari Allora dan Layla. Di depan gue sudah ada Allora dan Layla yang kayaknya gugup nih. Let's chill and start the story. Allora, Layla, ready?"
๐ฆ "Yes we are. Jadi untuk mengawali cerita kita, gue mau tanya dehโฆ kalian percaya gak sih kalau sebuah tempat bisa berubah total pas malam hari? Karena jujur aja, setelah kejadian kemarinโฆ gue mulai percaya.โ
๐ฆโHahaha... Padahal awalnya kita cuma mau bikin vlog horror biasa. Tapi ternyata, realitanya sangat berbeda.โ
๐ โHalo semuanyaโฆ selamat datang kembali di podcast #๐๐๐๐๐๐ pada malam ini yang bakal nemenin kalian begadang. Malam ini kalian ditemenin saya Jopex ๐ปโโ๏ธ dan tentunya bersama rekan rekan saya, Allora๐ฆ dan Layla ๐ฆ Jadi di episode kali ini, kita punya cerita yang sedikit berbeda dari biasanya. Cerita yang awalnya cuma dianggap konten iseng buat vlog horror kampusโฆ tapi berakhir jadi pengalaman yang sampai sekarang masih bikin merinding kalau diinget.
๐Beberapa hari yang lalu, Allora dan Layla pergi ke Universitas Gadjah Mada buat menelusuri beberapa urban legend yang sering diceritain mahasiswa di sana. Awalnya semuanya terasa normal. Kampusnya adem, suasananya tenang, bahkan keliatan aesthetic pas sore hari. Tapi semakin malamโฆ suasana itu perlahan berubah jadi sesuatu yang gak bisa dijelasin dengan logika.
๐ Dan yang paling seremโฆ ternyata ada sesuatu yang ikut terekam di kamera Allora dan Layla bawa malam itu. Jadi, matiin lampu kamar kalian, pasang headset, dan selamat datang di cerita malam iniโฆโ