π»ββοΈ "Tega, Allora! Padahal lagi suasana setegang itu. Lalu nasibmu gimana Layla?
π¦ " Ya, tinggallah aku sendirian dalam suasana lobby yang gelap dan dingin. Aku cuma bisa menahan tangis dan mengatur napas. Dan disaat itu Aku mulai mendengar suara langkah kaki dari lantai atas. Awalnya pelan. Lalu semakin dekat. Semakin jelas. Dan berhenti tepat di belakang kami. Aku... Aku merasa tubuhku langsung dingin. Dengan tangan gemetar aku mencoba membangunkan Allora yang tertidur di bahuku."
π¦ "Entah kenapa aku bisa tertidur sejenak ya kemarin. Saat aku dibangunkan dan membuka mata, aku menoleh ke kanan, kiri, dan belakang.... lalu.... HUAAAAA!!! Aku langsung berteriak histeris. Di belakang kami berdiri seorang perempuan dengan pakaian rapi beserta almamater. Rambut panjangnya menutupi sebagian wajah pucat penuh bercak darah. Kami langsung berlari tanpa aba-aba. Lorong kampus yang panjang terasa seperti tidak ada ujungnya. Langkah kaki sosok itu terdengar menghantam lantai tepat di belakang kami."
π»ββοΈ "Astaga! Gue ikut kaget woy! Terus bagaimana?!! Kalian berhasil kabur?"
π¦ "Aku sama Allora berpegangan tangan sambil terus berlari sampai akhirnya kami bersembunyi di sebuah ruangan kosong. Namun sosok itu berhasil menemukan kami. Kamera vlog yang kami bawa jatuh ke lantai saat Allora panik mundur ketakutan. Kamera itu tetap merekam dalam posisi miring menghadap lorong gelap."
Post #22836
163