1. "Baper banget, gitu aja dimasukkan ke hati." ๐ญ
เจเจโ LILIANA SAMATHA:
โโโ๏พ Nomor satu. Kalimat ini sering banget dipakai sebagai senjata andalan untuk cuci tangan setelah seseorang merasa tersinggung sama omongan kita. Kalimat ini seolah-olah membalikkan keadaan:
membuat si korban merasa bahwa diriku yang salah, diriku yang terlalu lemah, atau diriku yang berlebihan.
โโโ๏พ Padahal, yang sebenarnya terjadi bukan karena mereka baper, tapi karena empati si pembicara yang emang lagi kosong. Saat seseorang dibilang baper, mereka belajar untuk memendam rasa sakitnya sendirian, mengubur emosinya dalam-dalam, sampai akhirnya mereka kehilangan kemampuan untuk merasa aman di dekat orang lain.
2. "Gitu aja menyerah? Lemah banget." ๐ญ
เจเจโ LILIANA SAMATHA:
โโโ๏พ Nomor dua. Kalimat yang keluar dari mulut orang-orang yang tidak pernah tahu seberapa berat beban yang sedang dipikul seseorang di pundaknya. Bandingkan beban hidup tiap manusia itu beda. Apa yang kelihatannya gampang buat kita, bisa jadi adalah jurang kehancuran buat mereka.
โโโ๏พ Menstigma seseorang sebagai "๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต" cuma bakal bikin mereka menutup diri, merasa tidak berguna, dan memilih untuk tenggelam dalam diam. Ingat, tidak semua orang punya kapasitas mental yang sama untuk menahan badai yang sama.