Sesimple gini guys jawabannya. Kalau kalian bayangin dalam sebuah RT ada 10 kepala keluarga dan ada 10KG beras, logika matematikanya dibagi 10 dong biar adil, ya gak?
Tapi kalau di hukum gak begitu, kalau kami cari dulu fakta-fakta yang ada dalam lingkup sosial RT tersebut. Ternyata di dalam RT itu ada 5 orang kekurangan dan 5 orang berkecukupan, untuk menjadi adil, 5 orang yang kekurangan itu harus mendapatkan beras lebih karena anggapannya mereka gak mampu untuk beli. Sedangkan yang berkecukupan diberikan lebih sedikit karena dapat membelinya sendiri. Adil? adil dong karena dengan begitu dalam 1 RT itu tidak ada yang kelaparan.
Keadilan substansial itu tidak bisa diprogram dalam AI guys, perasaan manusia itu kompleks, gak bisa jadi algorithm, mungkin mikirnya oh masukin aja angkanya gini gini gitu gitu, tapi balik lagi, itu jadi sistem yang kaku, nanti ada kejadian yang sama pasti harus diubah lagi bagaimana perhitungannya dan balik lagi, manusia juga kan yang menyetel itu semua?
Makannya Hukum susah—hampir gue bilang sih gak bisa ya. Karena manusia emang udah paling sempurna dengan semua kekompleksannya. ❤️
Post #12631
299
- ❤ 6