Post #997
10
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ Photo
Jarum jam di dinding dapur tepat menunjuk angka sepuluh. Suasana rumah mendadak terasa senyap setelah kepergian Mahaga tadi pagi. Cangkir keramik berisi sisa kopi dingin masih berdiri di atas meja island dapur, menemani langkahku yang mondar-mandir sambil menatap layar ponsel dan juga kertas berkas dengan jemari yang mengetuk-ngetuk bingung.
Di atas meja, berkas terbuka berdampingan: Data konfirmasi penerimaan posisi Junior Designer dari Miss Intan untuk Noine Fashion, dan balasan formal yang harus segera dikirimkan ke agensi fashion independen di Paris terkait tawaran kolaborasi mereka melalui surel email.
Satu jam lagi aku harus siap-siap berangkat ke studio.
Tapi pikiranku justru melayang jauh. Tawaran dari Paris itu ibarat tiket emas menuju panggung mode internasional yang selama ini cuma bisa aku saksikan lewat majalah atau layar tab. Di sisi lain, menolak Noine Fashion setelah insiden kemarin sama saja dengan membuang kesempatan emas untuk membuktikan kapasitas diriku di negeri sendiri, di dekat orang-orang yang kusebut rumah, terutama Mahaga.
Drrrrt... drrrrt...
Ponsel di genggamanku bergetar nyaring, membuyarkan lamunan panjang. Nama Kak Gladis terpampang jelas di layar.
Tanpa pikir panjang, aku langsung menggeser tombol hijau dan menempelkannya di telinga.
"Halo, Kak?" sapaku cepat.
"Oca! Kamu di mana? Bisa ke studio agak cepat hari ini?" suara Kak Gladis terdengar sedikit berisik di seberang sana, disusul suara decitan mesin jahit dan lalu-lalang staf lain.
"Ada apa, Kak? Bukannya jadwalku masuk siang?" tanyaku heran, refleks melirik jam dinding lagi.
"Miss Intan tiba-tiba ngumpulin kita semua di ruang utama lima menit lalu. Beliau minta timeline pengerjaan 10 desain Winter Collection kamu dipercepat jadi minggu ini, dan... dia nyariin kamu buat ngebahas kontrak kerja resminya sekarang juga!"
Jantungku berdegup kencang. Berita itu datang secepat kilat, menghantam akal sehatku yang masih bimbang.
"Oca? Kamu denger suara Kakak kan?" desak Kak Gladis saat aku terdiam cukup lama.
Aku menarik napas dalam-dalam, menatap sekali lagi layar ponsel yang menampilkan surat dari Paris, lalu beralih menatap pantulan diriku di cermin kaca dapur. Keputusan besar harus diambil, dan sepertinya waktu penundaan itu sudah habis.
"Iya, Kak Gladis. Aku denger," jawabku mantap. "Tolong bilang ke Miss Intan... aku meluncur ke studio sekarang."
────────────────
#MaisonAetoile x #MEROSALIE