TGViewer
Channel Public Channel
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡

Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡

@pteunnels

@karieqna smiles like every
ㅤㅤ ㅤstreet knows her name
ㅤㅤ ㅤleaving little pieces of
spring wherever she goes 🐩.
Subscribers
623
Photos
438
Videos
32
Links
99
Recent Posts 18 shown
Post #985 17
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ Photo
          
Keheningan di studio nomor empat mendadak pecah ketika Kak Gladis, Kak Mey, dan Kak Sifa melangkah cepat mendekatiku. Rasa panik yang tadinya merayap perlahan mendadak sirna, tergantikan oleh solidaritas yang erat.

"Oca, bangun! Jangan pingsan sekarang, kita enggak punya waktu!" bisik Kak Gladis tegas sambil menarik tanganku agar berdiri.

"Mey, kamu urus keringkan kain yang terkena tetesan air! Sifa, tolong ambilkan steamer dan papan sketsa baru!" perintah Kak Gladis cepat. Pembagian tugas langsung berjalan tanpa komando lanjutan.

Aku menyapu air mata di pipi, menarik napas dalam-dalam, dan memutus getaran ponselku setelah mengirim satu pesan singkat ke Mas Mahaga: “Sayang, tolong doakan aku. 4 jam ke depan penentuan hidup dan matiku.”

Sambil menunggu tim mengeringkan bagian kain yang selamat, aku duduk di meja sketsa. Mengingat kembali bayangan warna ivory dan cokelat kopi yang dulu tak sengaja tercipta di Sepang, jemariku mulai menari cepat di atas kertas baru.

Menggambar ulang dari memori terasa jauh lebih tajam, tiap lekuk coat, potongan celana bergaris halus, hingga aksen drapery unik pada sketsa ke-6 dan ke-7 berhasil kurangkai kembali hanya dalam waktu 30 menit.

Masalah utama tersisa pada bahan prototipe yang basah. Kain cashmere utama memang rusak di bagian atas, tapi bagian bawahnya masih utuh.

Sebuah ide gila mendadak melintas di kepalaku.

"Kita enggak usah bikin full coat," ucapku mantap menatap Kak Gladis dan yang lain. "Kita potong bagian yang rusak, ubah konsep fisiknya jadi Deconstructed Winter Cape & Cropped Jacket. Aksen potongannya justru bikin gayanya makin modern dan high-fashion!"

Gunting tekstil langsung menari cepat di atas meja potong. Kak Mey dan Kak Sifa membantu memasang jarum pentul dengan presisi tinggi, sementara Kak Gladis menangani bagian mesin jahit dengan kecepatan luar biasa. Dalam waktu 60 menit, bahan yang tadinya dianggap "sampah" akibat bocoran AC mendadak tersulap menjadi dua busana experimental piece yang sangat memukau.

Tepat pukul 12.45 WIB, pintu studio terbuka. Miss Intan melangkah masuk bersama jajaran board of directors dan para investor utama. Wajah Miss Intan tampak tegang, bersiap melihat kegagalanku.

Namun, langkah para investor justru terhenti tepat di depan dua manekin.

"Pilihan potongannya sangat berani dan fresh," ujar salah satu investor utama dengan binar mata kagum. "Sentuhan deconstructed style pada mantel winter ini luar biasa. Sangat relevan dengan tren masa kini. Siapa yang merancang ini?"

Miss Intan sempat tertegun membeku, matanya tak percaya menatap dua busana ajaib yang berdiri gagah di ruangan, lalu perlahan menoleh ke arahku.

"Rosalie Helena," jawab Miss Intan pelan, sebelum akhirnya mengukir senyum tipis yang sulit diartikan. "Dia desainer magang kami yang mengerjakan sketsa ke-6 dan ke-7 ini."

Lega luar biasa membuncah di dadaku. Seluruh keletihan dan rasa stressed out dalam 3 jam lebih terakhir mendadak luntur begitu saja. Di balik pintu kaca studio yang transparan, aku melihat sosok Mahaga yang berdiri tenang sambil tersenyum bangga menatapku, menyilangkan tangannya di dada seolah berbisik, “Kamu berhasil, Sayang.”
────────────────
#MaisonAetoile x #MEROSALIE
Post #979 18
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ Photo
          
Pagi yang harusnya disambut dengan aroma kopi hangat dan ketenangan justru berubah jadi mimpi buruk yang bikin dadaku sesak luar biasa. Matahari baru saja naik di ufuk timur, menyinari studio nomor empat yang mendadak terasa dingin mencekam.

Hari ini, jam 09.46 pagi, board of directors dan investor utama dijadwalkan datang untuk membedah perkembangan Winter Collection. Tapi barusan, saat aku baru saja membuka pintu ruangan studio khusus kami, duniaku rasanya runtuh seketika.

Di atas meja potong, dua manekin yang sudah terpasang pola dasar dan bahan sample untuk sketsa ke-6 dan ke-7, dua desain unisex coat paling rumit yang jadi kuncian utama koleksiku tampak rusak parah.

Bukan cuma robek, tapi seluruh permukaan kain cashmere mahal itu basah kuyup terkena bocoran air dari pipa pendingin ruangan yang mendadak pecah tepat di atasnya. Lebih parahnya lagi, genangan air bercampur zat kimia korosif dari AC itu menetes deras, merembes langsung ke dalam lemari penyimpanan sketsa, membuat lembaran sketsa asli ke-6 dan ke-7 milikku luntur total, tintanya meleber, kertasnya hancur membubur tak berbentuk.

"Rosalie! Kenapa ruangan bisa sampai banjir begini?!"

Suara bentakan Miss Intan melengking tajam di koridor studio, melangkah masuk dengan gaun rapinya. Langkah kakinya terhenti saat melihat kekacauan di dalam. Matanya menatap nanar ke arah dua manekin yang terkulai basah dan tumpukan kertas sketsaku yang hancur.

"Miss... pipa AC di atas plafon mendadak pecah semalam—" suaraku gemetar hebat, panik dan bingung setengah mati.

"Saya enggak mau tahu alasan teknis!" potong Miss Intan dingin dan menindas. "Kamu tahu 4 lagi lagi para investor sampai di sini?! Mereka mau melihat wujud fisik dan detail pola untuk sketsa ke-6 dan ke-7! Kalau bentuk fisiknya hancur dan sketsanya hilang begini, apa yang mau kamu presentasikan?!"

Kak Gladis, Kak Mey, dan Kak Sifa yang baru saja sampai di pintu studio cuma bisa menutupi mulut mereka, berdiri membeku dengan wajah pucat pasi.

"Pabrik tekstil tidak mungkin mengirim bahan baru dalam hitungan jam," lanjut Miss Intan tanpa ampun, menatapku dengan kilat mata yang sangat menekan. "Kamu punya waktu kurang dari 4 jam, Rosalie. Gambar ulang sketsa ke-6 dan ke-7 dari ingatanmu, lalu cari cara buat menyiasati bahan yang rusak itu jadi prototipe layak pamer. Kalau sampai jam sembilan kamu gagal... jangan harap nama kamu pernah ada di dalam proyek ini, dan sertifikat magangmu saya anggap tidak pernah ada."

Brak! Miss Intan melangkah pergi dan membiarkan pintu studio terbuka lebar.

Lututku seketika lemas. Aku terduduk di lantai studio yang lembap, meremas jemariku yang bergetar hebat. Kepalaku mendadak pusing, rasa stressed out memuncak sampai rasanya sulit untuk meraup udara.

Bagaimana caranya aku merekonstruksi ulang dua sketsa paling rumit itu secara presisi hanya dalam kurun waktu dibawah 5 jam? Dan dengan bahan pengganti yang sangat terbatas di dalam studio pagi ini, bagaimana mungkin aku bisa menyajikan prototipe yang memuaskan mata para investor?

Ponsel di kantong jaketku bergetar bertubi-tubi. Nama Boyfie🐯 tertera di layar, mungkin dia mau mengucapkan selamat pagi atau menanyakan kabarku, tapi jemariku terlalu kaku dan gemetar bahkan cuma buat menggeser tombol hijau.
────────────────
#MaisonAetoile x #MEROSALIE
          
Post #975 23

Forwarded from Rosalie safeplaces: créateur de mode Propherchy.

          
          
agenda harian, gambar sketsa, makan, tidur, mandi, makan, gambar sketsa lagi, makan, tidur, gambar lagi, dan repeat.
          
          
Older posts →

About this channel

How can I read @pteunnels without a Telegram account?
TGViewer shows the public web preview Telegram publishes for Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡: recent posts, photos, videos and the subscriber count, with no app, login or account.
How many subscribers does Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ have?
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ (@pteunnels) has 623 subscribers on Telegram, refreshed roughly every 30 minutes.
Does Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ know I viewed it here?
No. Public channel previews carry no viewer identity, and TGViewer has no accounts or tracking of what you look up.
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →