TGViewer
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ @pteunnels · 623 subscribers
Post #979 18
Design / Tempo (&.) Pit-Wall Idaman .. ♡ Photo
          
Pagi yang harusnya disambut dengan aroma kopi hangat dan ketenangan justru berubah jadi mimpi buruk yang bikin dadaku sesak luar biasa. Matahari baru saja naik di ufuk timur, menyinari studio nomor empat yang mendadak terasa dingin mencekam.

Hari ini, jam 09.46 pagi, board of directors dan investor utama dijadwalkan datang untuk membedah perkembangan Winter Collection. Tapi barusan, saat aku baru saja membuka pintu ruangan studio khusus kami, duniaku rasanya runtuh seketika.

Di atas meja potong, dua manekin yang sudah terpasang pola dasar dan bahan sample untuk sketsa ke-6 dan ke-7, dua desain unisex coat paling rumit yang jadi kuncian utama koleksiku tampak rusak parah.

Bukan cuma robek, tapi seluruh permukaan kain cashmere mahal itu basah kuyup terkena bocoran air dari pipa pendingin ruangan yang mendadak pecah tepat di atasnya. Lebih parahnya lagi, genangan air bercampur zat kimia korosif dari AC itu menetes deras, merembes langsung ke dalam lemari penyimpanan sketsa, membuat lembaran sketsa asli ke-6 dan ke-7 milikku luntur total, tintanya meleber, kertasnya hancur membubur tak berbentuk.

"Rosalie! Kenapa ruangan bisa sampai banjir begini?!"

Suara bentakan Miss Intan melengking tajam di koridor studio, melangkah masuk dengan gaun rapinya. Langkah kakinya terhenti saat melihat kekacauan di dalam. Matanya menatap nanar ke arah dua manekin yang terkulai basah dan tumpukan kertas sketsaku yang hancur.

"Miss... pipa AC di atas plafon mendadak pecah semalam—" suaraku gemetar hebat, panik dan bingung setengah mati.

"Saya enggak mau tahu alasan teknis!" potong Miss Intan dingin dan menindas. "Kamu tahu 4 lagi lagi para investor sampai di sini?! Mereka mau melihat wujud fisik dan detail pola untuk sketsa ke-6 dan ke-7! Kalau bentuk fisiknya hancur dan sketsanya hilang begini, apa yang mau kamu presentasikan?!"

Kak Gladis, Kak Mey, dan Kak Sifa yang baru saja sampai di pintu studio cuma bisa menutupi mulut mereka, berdiri membeku dengan wajah pucat pasi.

"Pabrik tekstil tidak mungkin mengirim bahan baru dalam hitungan jam," lanjut Miss Intan tanpa ampun, menatapku dengan kilat mata yang sangat menekan. "Kamu punya waktu kurang dari 4 jam, Rosalie. Gambar ulang sketsa ke-6 dan ke-7 dari ingatanmu, lalu cari cara buat menyiasati bahan yang rusak itu jadi prototipe layak pamer. Kalau sampai jam sembilan kamu gagal... jangan harap nama kamu pernah ada di dalam proyek ini, dan sertifikat magangmu saya anggap tidak pernah ada."

Brak! Miss Intan melangkah pergi dan membiarkan pintu studio terbuka lebar.

Lututku seketika lemas. Aku terduduk di lantai studio yang lembap, meremas jemariku yang bergetar hebat. Kepalaku mendadak pusing, rasa stressed out memuncak sampai rasanya sulit untuk meraup udara.

Bagaimana caranya aku merekonstruksi ulang dua sketsa paling rumit itu secara presisi hanya dalam kurun waktu dibawah 5 jam? Dan dengan bahan pengganti yang sangat terbatas di dalam studio pagi ini, bagaimana mungkin aku bisa menyajikan prototipe yang memuaskan mata para investor?

Ponsel di kantong jaketku bergetar bertubi-tubi. Nama Boyfie🐯 tertera di layar, mungkin dia mau mengucapkan selamat pagi atau menanyakan kabarku, tapi jemariku terlalu kaku dan gemetar bahkan cuma buat menggeser tombol hijau.
────────────────
#MaisonAetoile x #MEROSALIE
          
More from @pteunnels
  1. Oct 13, 2026Post #989
  2. Oct 13, 2026Post #988
  3. Oct 13, 2026photo post
  4. Oct 13, 2026Post #986
  5. Oct 13, 2026Keheningan di studio nomor empat mendadak pecah ketika Kak Gladis, Kak Mey, dan Kak Sifa m…
  6. Oct 13, 2026photo post
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →