Hello subscriber SajakPerassa! long time no see y'all 👋🏻
Saya ingin mengumumkan bahwa channel kami, SajakPerassa akan di non aktifkan mulai saat ini. Karena beberapa alasan yang menyebabkan kami harus berhenti berkembang dan menutup SajakPerassa.
Terimakasih banyak kepada para subscriber yang masih setia menunggu dan bersama kami. namun untuk kali ini, sudah di persilahkan untuk unsubscribe channel SajakPerassa. Terimakasih banyak atas antusias nya karena menikmati karya kami. semoga kedepannya, kita semua bisa terus berkarya dan menciptakan seni yang indah untuk dilihat oleh berbagai kalangan.
ini bukan akhir dari segalanya, terkadang kita harus bisa keluar dari zona nyaman untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
terimakasih dan sampai jumpa our beloved SajakPerassa!
Disini aku mencoba baik-baik saja meski tidak sebaik denganmu dulu sebab bahagiaku tertinggal disana; kamu turut membawanya pergi saat kisah kita juga terhenti.
Aku tau kamu sudah tak peduli lagi dengan baik-baik sajanya aku, sekalipun aku membutuhkannya untuk menutupi luka yang kian menganga.
Sementara kamu. Kamu sudah menemukan bahagia barumu. Aku rasa dia sempurna sekali ya hingga tawamu terdengar sampai sini. Aku senang mengetahuinya namun aku sesak juga mengatakannya.
Namun tidak apa, biarlah luka menjadi teman sejati untukku kali ini. Ku ucapkan selamat menjalani hari-hari bahagia dengan sosok baru dan semoga dia tak lebih bodoh dari aku dalam hal memperjuangkanmu.
Maaf semogaku begitu karna hingga detik ini aku masih mencintaimu.
pada suatu detik, sebuah detak menggebu pada rongga dada anak manusia. ia berlarian sebab sebuah denting bernyanyi begitu saja di telinganya. seperti derap yang bersahutan dalam sebuah kotak kecil. di luar, gemericik gerimis tanpa mendung membasuh wajah yang terpaksa membangun senyum.
pada suatu senyum, sebuah runyam mencekam rahangnya. dikecup tajam tulang wajah yang rupawan itu. rangkaian aksara membelai kulitnya hingga membiru. namun pada mata yang memburam, matahari tak pernah tidur. memeluk mengusir dingin yang merajuk pada tubuh.
pada suatu tubuh, sebuah tabah, seorang perempuan dengan kasih dalam, ingin dia tanpa tapi.
Ini bukan perihal budak cinta Ini perihal matematika Tentang rumus kuno Yang tak pernah berdamai denganku Detik jam terus berbunyi Sialnya rumus itu, Tak mau diajak kompromi
Tenggara, definisi sempurna. Indah tiada batas, bahkan Utara yang selalu jadi pusat arah mata angin pun selalu tertuju kepadanya.
Kita bertukar sekelumit kalimat indah, bahan pembicaraan yang kasat mata, sudah cukup memberikan kesan bahwa rasa nyaman itu memang ada.
Namun kami cukup sadar kadang kita emang ga bisa bernegosiasi dengan hukum alam. Utara dan Tenggara punya jalan pulangnya masing - masing, mereka emang ga bisa terus sama - sama.
Tapi gapapa, biarkan kisah kita amerta, Walau ga harus direstui semesta.
Aku ingin marah pada hujan malam ini. Tetesnya membiarkan aku terbang pada sebuah kenangan; tentang kisah kita yang telah usang namun waktu tak pernah menelannya untuk menghilang.
How can I read @ofcperassa without a Telegram account?
TGViewer shows the public web preview Telegram publishes for SajakPerassa: recent posts, photos, videos and the subscriber count, with no app, login or account.
How many subscribers does SajakPerassa have?
SajakPerassa (@ofcperassa) has 66 subscribers on Telegram, refreshed roughly every 30 minutes.
Does SajakPerassa know I viewed it here?
No. Public channel previews carry no viewer identity, and TGViewer has no accounts or tracking of what you look up.