Disini aku mencoba baik-baik saja
meski tidak sebaik denganmu dulu sebab bahagiaku tertinggal disana; kamu turut membawanya pergi saat kisah kita juga terhenti.
Aku tau kamu sudah tak peduli lagi dengan baik-baik sajanya aku, sekalipun aku membutuhkannya untuk menutupi luka yang kian menganga.
Sementara kamu. Kamu sudah menemukan bahagia barumu. Aku rasa dia sempurna sekali ya hingga tawamu terdengar sampai sini. Aku senang mengetahuinya namun aku sesak juga mengatakannya.
Namun tidak apa, biarlah luka menjadi teman sejati untukku kali ini. Ku ucapkan selamat menjalani hari-hari bahagia dengan sosok baru dan semoga dia tak lebih bodoh dari aku dalam hal memperjuangkanmu.
Maaf semogaku begitu karna hingga detik ini aku masih mencintaimu.
— Detak Hening
Post #1322
332