#MHGInvestigation🔎
Setelah tiba di kantor, Mahaga langsung membuka kembali rekaman CCTV yang ditemukan Eric sehari sebelumnya. Ia sedang mencocokkan waktu kemunculan Arman dengan catatan kejadian di apartemen Nadira yang dilaporkan Khalio dan Feri tadi malam.
Mahaga membaca laporan itu dengan saksama, terutama ketika Khalio menyampaikan ucapan Nadira tentang Arman yang selama ini selalu membantunya setiap kali merasa diikuti. Bahkan, Arman beberapa kali menyarankan Nadira mengganti rute pulang.
Mahaga terdiam sejenak. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke layar komputer, tepat pada rekaman malam ketika foto Nadira di lobi dikirimkan oleh pelaku.
“Eric, coba cocokkan laporan Khalio sama rekaman malam itu. Gue mau tahu Arman ada di mana sebelum dan sesudah Nadira muncul.”
Eric segera memundurkan rekaman, lalu memeriksa beberapa sudut kamera yang mengarah ke lobi dan meja keamanan. Setelah beberapa menit, ia menemukan sesuatu yang menarik.
“Bang, ini dia. Pas Nadira masuk lobi malam itu, Arman nggak ada di meja keamanan. Dia baru balik beberapa menit kemudian.”
Mahaga mendekat ke layar. Ia memperhatikan pergerakan Arman berulang kali, mencoba menemukan kemungkinan yang terlewatkan. Waktu ketidakhadiran itu berdekatan dengan saat foto Nadira di lobi diduga diambil.
Belum cukup untuk membuktikan keterlibatan Arman, tetapi terlalu penting untuk diabaikan.
Mahaga menyandarkan punggungnya ke kursi, mengembuskan napas perlahan. Ada dua kemungkinan yang kini terus berputar di kepalanya. Arman memang berusaha melindungi Nadira, atau justru mengetahui sesuatu tentang orang yang selama ini mengikutinya.
Yang membuat situasi semakin rumit, Arman mengetahui kebiasaan Nadira dan bahkan ikut menyarankan perubahan rute pulangnya.
“Kita ke apartemen Nadira lagi,” ujar Mahaga akhirnya. “Gue mau periksa jadwal kerja Arman, sekaligus cari tahu ke mana dia pergi selama beberapa menit di rekaman itu.”
Eric mengangguk, lalu kembali menatap layar. Sementara itu, Mahaga menyimpan laporan Khalio dan Feri sebagai bahan penyelidikan berikutnya.
Untuk pertama kalinya, kecurigaan mereka terhadap Arman mulai memiliki titik temu dengan bukti yang ditemukan Eric. Namun, Mahaga tak ingin gegabah. Ia tahu betul bahwa seseorang bisa terlihat mencurigakan tanpa benar-benar bersalah.
Dan sebelum semua potongan itu tersusun dengan sempurna, ia harus memastikan satu hal terlebih dahulu: apakah Arman sedang berusaha melindungi Nadira dari penguntit, atau justru memanfaatkan kepercayaan Nadira untuk menyembunyikan sesuatu?
Post #1252
24
Forwarded from MHG: Investigation Records