#MHGInvestigation🔎
Hari ini, Nadira sedang menikmati hari liburnya di apartemen. Setelah beberapa hari disibukkan pekerjaan, ia akhirnya bisa bersantai tanpa memikirkan tumpukan tugas di kantor.
Namun, saat hendak keluar untuk membeli beberapa kebutuhan, langkahnya terhenti begitu pintu apartemen terbuka. Arman berdiri tepat di depan pintunya, seolah sudah menunggu sejak tadi.
“Pak Arman? Anda ngapain di sini?”
Pria itu sedikit tersentak sebelum tersenyum santai. “Kebetulan lagi patroli. Tadi lewat sini, sekalian mau memastikan Mbak Nadira ada di rumah atau nggak.”
Nadira mengernyit. “Tapi ini kan hari libur saya. Bapak tahu dari mana saya lagi di rumah?”
Arman terdiam sesaat, lalu tertawa kecil. “Ya, saya cuma nebak. Memangnya nggak boleh saya memastikan Mbak Nadira baik-baik aja?”
Nadira tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis sebelum berpamitan pergi. Namun, sepanjang perjalanan menuju supermarket, perkataan Arman terus terngiang di kepalanya. Ada sesuatu yang terasa janggal, meskipun ia belum tahu apa.
Saat sedang memilih barang belanjaan, Nadira tak sengaja mendengar percakapan dua penghuni apartemen yang berdiri tak jauh darinya.
“Eh, semalam aku lihat Pak Arman ketemu laki-laki di belakang gedung, deh. Aneh banget, ngobrolnya di tempat sepi begitu.”
“Iya, aku juga lihat. Kirain lagi ada urusan kerja.”
Nadira sontak menghentikan gerakannya. Ia teringat sikap Arman yang belakangan terasa terlalu mengetahui aktivitasnya. Ditambah lagi, pertemuan rahasia itu membuat kecurigaannya semakin sulit diabaikan.
Tanpa menunda lebih lama, Nadira menghubungi Mahaga begitu tiba kembali di apartemen.
Post #1277
9
Forwarded from MHG: Investigation Records