TGViewer
Telegram Info Indonesia Telegram Info Indonesia @tginfoid · 2.24K subscribers
Post #1081 995
Regulator Keamanan Internet Australia Gugat Telegram

Regulator tersebut menyatakan bahwa layanan ini mengabaikan hukum yang berlaku di negara tersebut, dengan menyoroti kelalaian Telegram dalam menghapus konten propaganda terorisme. Pemerintah belum berniat memblokir Telegram untuk saat ini, meskipun mereka sebenarnya memiliki wewenang untuk melakukannya.

Tuntutan dari pemerintah Australia ini bermula dari laporan pengguna yang menyebutkan adanya video yang beredar di Telegram, termasuk rekaman penembakan di masjid, Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019, serta penembakan di sebuah supermarket di Amerika Serikat pada tahun 2022.

"Kami menyatakan bahwa Telegram gagal mendeteksi, mencegah, dan menghentikan penyebaran konten pro terorisme," ujar Komisioner eSafety, Julie Inman Grant.


Kasus hukum ini merupakan hasil dari investigasi yang telah berlangsung selama satu tahun. Pihak eSafety mengaku sempat berupaya menjalin komunikasi dengan Telegram, namun platform tersebut tidak memberikan tanggapan maupun tindakan atas permintaan pemerintah selama lima bulan. Meski hukum Australia tidak mewajibkan izin operasional bagi platform semacam ini, regulator tetap berpeluang mengajukan permohonan pemblokiran ke pengadilan.

"Kami belum pernah menggunakan wewenang tersebut, dan kita masih akan melihat bagaimana perkembangan kasus ini serta apakah tindakan seperti itu memang diperlukan," kata Inman Grant.


Pihak Telegram menyatakan bahwa "upaya besar dalam melawan terorisme telah terdokumentasi dengan baik," dan menurut catatan resmi yang mereka publikasikan, ribuan "komunitas teroris" telah berhasil dihapus. Juru bicara Telegram juga menambahkan bahwa perusahaan akan melawan tuduhan tersebut di jalur hukum.

Informasi Tambahan

• Pada November 2025, Telegram memulai langkah hukum melawan eSafety terkait "Online Safety Act 2021", yang mereka anggap tidak sah.

• Pada Februari 2025, regulator Australia menjatuhkan denda lebih dari 600.000 dolar kepada Telegram karena lambat memberikan informasi mengenai langkah-langkah mereka dalam menangani terorisme dan konten eksploitasi anak.

• Perusahaan menegaskan bahwa begitu mereka mengetahui adanya permintaan tersebut, mereka langsung memberikan informasi yang diminta secara sukarela. Tim @tginfo sebelumnya telah mengulas detail dari tanggapan tersebut, yang mengungkap banyak hal tentang cara kerja sistem moderasi Telegram.

#Australia #Pengadilan
More from @tginfoid
  1. Oct 13, 2026Telegram diperbarui ke versi 13.0: Dompet bawaan dan transfer Gram instan Telegram mulai m…
  2. Oct 10, 2026Celah keamanan berbahaya di Telegram Desktop: Semua file bisa dicuri hanya dengan sekali k…
  3. Sep 23, 2026Peningkatan Pesan Video di Android Dalam versi beta Telegram untuk Android untuk pembaruan…
  4. Aug 26, 2026Pesan Sambutan, Tombol dalam Artikel, dan Opsi Tabel Baru Pembaruan Telegram bulan Agustus…
  5. Aug 22, 2026Telegram Sedang Mengembangkan WEB-Proxy Eksperimental Ditemukan jenis proxy eksperimental…
  6. Jul 16, 2026Pengelola Domain .me Memberi Komentar Mengenai Domain t.me Seorang perwakilan dari bagian…
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →