Post #17
76
Di lorong waktu yang sunyi, aku merajut rasa dari sisa-sisa hari yang jatuh tanpa suara; hidup mengalir seperti sungai yang tak pernah meminta izin, membawa luka dan harap dalam satu arus yang sama, dan di sudutnya tersimpan perasaan yang tampak “siap sedia”, seolah mudah dimiliki, padahal diam-diam menunggu hati yang benar-benar mau singgah dan memahami.