1) Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda
2) Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah
3) Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat
Sultan Baabullah mengusir Portugis di Ternate dan Tidore Perlawanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar MudaKetangguhan “Ayam Jantan dari Timur” (Sultan Hasanudin) di Sulawesi Selatan Serangan Mataram terhadap VOC dipimpin oleh Tumenggung Baurekso
Penderitaan rakyat Indonesia akibat kebijakan Tanam Paksa dilihat dari jumlah kematian rakyat Indonesia yang tinggi akibat kelaparan dan penyakit kekurangan gizi. Karena paceklik, di Grobogan, Jawa Tengah jumlah penduduk 89.000 orang, yang bertahan hanya 9.000 orang. Penduduk Demak yang berjumlah 336.000 orang hanya tersisa 120.000 orang.
Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat yaitu :
a. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat
b. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan
c. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai
d. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak
Pada tahun 1830,Johannes van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Belgia (1830-1831).
Banyak ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun pribumi.
Kebijakan terkenal pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau landelijk stelsel.
Kebijakan Masa Raffles, Sistem tersebut memiliki ketentuan :
a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut
b Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah
c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai
d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala
Penyebab kegagalan pelaksanaan sistem sewa tanah :
Sulit menentukan besar kecil pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang samaSulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petaniKeterbatasan jumlah pegawai Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
Pemerintah Belanda menginginkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari Indonesia sehingga menerapkan kebijakan kerja paksa. Rakyat Indonesia bekerja tanpa fasilitas yang memadai. Mereka tidak memperoleh penghasilan yang layak, tidak diperhatikan asupan makanannya, dan melakukan pekerjaan di luar batas-batas kemanusiaan.
Untuk mencegah persaingan yang tidak sehat, tahun 1602 didirikan Vereenigde Oost Indische Compagnie(VOC/Perserikatan Maskapai Hindia Timur) yang merupakan merger (penggabungan) dari beberapa perusahaan dagang Belanda. Pengaruh ekonomi VOC semakin kuat dengan dimilikinya hak monopoli perdagangan.
Pada awalnya, VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Akan tetapi, dalam perkembangannya menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya, VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi juga menguasai politik atau pemerintahan.
Kedatangan Belanda di Jayakarta (Jakarta) : tahun 1596, armada de Houtman tiba di Pelabuhan Banten. Kemudian disusul ekspedisi lainnya. Dengan banyaknya pedagang Belanda di Indonesia, muncullah persaingan di antara mereka.
Ekspedisi Inggris : Persekutuan dagang milik Inggris bernama EIC (East Indian Company). Di dalamnya bergabung para pengusaha Inggris. Meskipun Inggris di Indonesia, pengaruhnya tidak terlalu banyak seperti halnya Belanda.
Kedatangan Portugis di Maluku : Bartolomeus Diaz melakukan pelayaran pertama menyusuri pantai barat Afrika. Portugis mencapai Malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Ia berhasil menguasai Malaka dan menjalin hubungan dagang dengan Maluku.