TGViewer
Norashi‘s Courts: OPEN. 🍉 Norashi‘s Courts: OPEN. 🍉 @norashirent · 1.1K subscribers
Post #14956 42
Ilyas as agit hits
Kelas XII seharusnya menjadi masa-masa paling berkesan dalam hidup seorang siswa. Masa ketika semua orang mulai serius memikirkan masa depan, mempersiapkan ujian, mengumpulkan berkas kuliah, dan perlahan belajar menerima bahwa sebentar lagi mereka akan berpisah.
Lalu ada Ilyas.
Seorang siswa kelas dua belas yang tampaknya tidak menerima informasi bahwa masa SMA mereka hampir berakhir.
Saat teman-temannya sibuk membicarakan universitas impian, Ilyas sibuk mencari tahu apakah kursi kelas bisa berputar 360 derajat kalau didorong menggunakan kaki.
Saat wali kelas memberikan wejangan tentang masa depan, dia mengangkat tangan.
“Bu, kalau masa depan saya belum jelas, boleh nggak saya fokus ke masa sekarang dulu?”
“Boleh, Ilyas. Asalkan masa sekarang kamu gunakan untuk belajar.”
“Oh. Kalau begitu, saya tarik pertanyaan saya.”
Kelas langsung pecah.
Ilyas punya bakat istimewa: mengubah situasi paling serius menjadi alasan bagi wali kelas untuk menarik napas panjang. Bahkan ketika sedang dihukum berdiri di depan kelas, dia masih sempat bertanya apakah posisinya sudah cukup estetik untuk dijadikan foto buku tahunan.
Dia juga punya kebiasaan menyebalkan berupa meminjam pulpen orang lain, menghilangkannya, lalu mengembalikannya dalam keadaan berbeda.
Pernah seorang temannya meminjamkan pulpen biru.
Yang kembali pulpen hitam.
“Yas, ini bukan pulpen gue.”
“Lah, bentuknya sama.”
“WARNA NYA BEDA!”
“Berarti pulpen lo sudah berevolusi.”
Persahabatan mereka bertahan bukan karena Ilyas adalah teman yang baik, melainkan karena temannya sudah terlalu lelah untuk mencari pengganti.
Anehnya, di balik semua keributan itu, Ilyas selalu punya tempat di tengah teman-temannya.
Dia yang membuat grup kelas kembali ramai ketika semua orang mulai stres menghadapi ujian. Dia yang mengirimkan rangkuman materi kepada teman yang sakit, meskipun file-nya diberi nama PELAJARI INI ATAU KITA SEMUA MATI AKADEMIKALLY.pdf.
Dia juga orang yang diam-diam mengingatkan temannya soal tenggat tugas, membelikan minum untuk teman yang lupa membawa uang, dan menawarkan diri menemani siapa pun yang takut menghadapi pengumuman hasil ujian.
Tentu saja, semua kebaikan itu harus dirusak dengan mulutnya sendiri.
“Gue bantuin lo bukan karena gue baik. Gue cuma nggak mau nilai kelompok kita ikut masuk liang lahat.”
Begitulah Ilyas. Kalau hatinya bisa berbicara, mungkin isinya kalimat-kalimat lembut. Sayangnya, mulutnya mendapat akses admin dan terus-menerus mengunggah konten yang tidak diminta.
Lalu tibalah hari ketika wali kelas meminta semua siswa menuliskan pesan untuk teman-teman mereka sebelum kelulusan.
Ilyas awalnya menertawakan kegiatan itu.
“Ngapain sih, kayak mau perang aja. Kita cuma lulus, bukan pindah planet.”
Namun, ketika dia membaca pesan-pesan dari teman sekelasnya, tawanya perlahan menghilang.
Ada yang berterima kasih karena leluconnya membantu mereka melewati hari-hari buruk. Ada yang bilang kelas terasa lebih sepi ketika Ilyas tidak masuk. Bahkan ada satu pesan yang berbunyi, Makasih udah selalu bikin gue ketawa, terutama waktu gue lagi nggak punya alasan buat ketawa.
Ilyas membaca kalimat itu dua kali.
Lalu melipat kertasnya dan memasukkannya ke dalam tas.
Besoknya, dia kembali seperti biasa.
Mengganggu guru, membuat teman sebangku naik darah, dan berdebat dengan ketua kelas hanya karena tidak terima namanya ditulis menggunakan huruf kapital di daftar piket.
Tidak ada yang tahu bahwa malam sebelumnya, dia sempat duduk cukup lama sambil memandangi pesan-pesan itu.
Sebab untuk pertama kalinya, Ilyas menyadari bahwa sebentar lagi dia tidak akan bisa melihat orang-orang yang selama ini menjadi penonton tetap dari segala kebodohannya setiap hari.
Dan ternyata, memikirkan perpisahan jauh lebih sulit daripada menghadapi ujian matematika.
Pada hari kelulusan, teman-temannya sibuk berfoto, berpelukan, dan menangis. Ilyas tetap berdiri di tengah kerumunan sambil melontarkan komentar tidak penting.
More from @norashirent
  1. Oct 17, 2026Post #14963
  2. Oct 17, 2026ㅤ ㅤㅤForthwith.ㅤㅤ Ersatz.ㅤ ㅤㅤBegotten.ㅤㅤ ㅤㅤ 17. Luminia Helios. October. ㅤㅤ────────────────…
  3. Oct 17, 2026dan yap teman-timun! suda muncul border nyang artinya sudah beress and thank yew so much f…
  4. Oct 17, 2026Post #14959
  5. Oct 17, 2026ASTAGA, panjang bgt lho ya
  6. Oct 17, 2026“Jangan nangis, woy. Nanti maskara luntur.” “GUE NGGAK PAKE MASKARA, BODOH!” “Ya udah, ber…
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →