Post #76
72
"All artists, if they are to survive, are forced, at last, to tell the whole story”
RO @vosmevouyez

Forwarded from Kabar Hari Ini

Forwarded from Roman Karya Toer
This post (sticker, poll or similar) has no web preview. Open in Telegram
This post (sticker, poll or similar) has no web preview. Open in Telegram
Roman Karya Toer Bangsa yang rendah dalam literasi akan selalu rendah dalam peradaban. - Pramoedya Ananta Toer

Sejarah bagi Pramoedya Ananta Toer adalah harta terpendam yang selalu mengilhami dan tiada habis-habisnya ditimba. Juga kali ini, Pramoedya me-nimba dan menghidupkan kembali pen-tas sejarah satu periode kolonialisme pada tahun-tahun awal kebangkitan kesadaran nasional. Tokoh-tokoh yang dimunculkan sengaja menyandang na-ma-nama fiktif, karena Pramoedya ter-utama dan pertama-tama menulis se-buah roman dan bukan sejarah. Akan tetapi karya-fiksi ini dengan cemerlang menjabarkan setepatnya semangat dan kultur sezaman dari suatu kurun se-jarah di saat mulai lahir perintis-perin-tis bangsa yang kurang dari setengah abad kemudian mengantar Nusantara memasuki gerbang kemerdekaan.
Tirto Adhi Soerjo (1880-1918) adalah tokoh utama dari kurun sejarah Nusantara yang menentukan itu, inisiator kebangkitan kesadaran nasional, Sang Pemula yang dilupakan dan terlupakan. Peranan dan jasanya telah mengilhami Pramoedya melahirkan Minke, tokoh-fiktif dalam karya akbar ini. Dan inilah bentuk suatu persembahan oleh Penulis untuk mengenang patriot sebangsa yang belum mendapatkan tempat selayaknya dalam se-jarah modern Indonesia.
Sebagaimana menjadi ciri khas novel-novel Pramoedya, terutama karya-karyanya sesudah tahun tujuhpuluhan yang sudah mau pun belum ter-bit, tokoh-tokoh dan peristiwanya selalu merefleksi dan menyatu de-ngan lingkungan sosial budaya dan politik sezaman. Seni berceritanya yang kaya dan kreatif meramu imajinasi dan realisme menjadi potret-potret ma-syarakat yang memikat, menata catatan-catatan masa-silam menjadi ke-sinambungan yang hidup, membuat sejarah menjadi cermin diri dan bangsa.
Jejak Langkah adalah buku ketiga dari satu tetralogi; berurutan berjudul: Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Yang terakhir akan terbit dalam tahun ini juga oleh Penerbit yang sama.