Post #4068
4.88K
Channel Public Channel
SU SUARA KITA.
@vaorue
@WartaWarga2Bot @VaorueBot (Jangan lupa sertakan keterangan atau sumber yang jelas https://t.me/vaorue/2702)
- Subscribers
- 6.89K
- Photos
- 1.5K
- Videos
- 244
- Links
- 899
Recent Posts 11 shown
Post #4067
6.77K
Forwarded from WARTA WARGA.
10 provinsi dengan area kebakaran terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2026:
1. Kalimantan Barat: 38.310,86 hektare
2. Papua Selatan: 25.838,53 hektare
3. Nusa Tenggara Timur (NTT): 19.565,16 hektare
4. Nusa Tenggara Barat (NTB): 17.406,46 hektare
5. Riau: 15.738,92 hektare
6. Maluku: 14.677,00 hektare
7. Jawa Timur: 10.835,28 hektare
8. Kalimantan Selatan: 8.019,63 hektare
9. Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
10. Kepulauan Riau: 5.760,90 hektare
Sumber:
– Indikasi Luas Kebakaran SiPongi Kementerian Kehutanan. (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/indikasi-luas-kebakaran)
– Sebaran Hotspot SiPongi atau Grafik Hotspot SiPongi. (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/sebaran-titik-panas), (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/grafik-titik-panas)
– Situs Resmi Sipongi (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/?wtime=5s)
– Geoportal Data Bencana Indonesia BNPB. (https://gis.bnpb.go.id/)
1. Kalimantan Barat: 38.310,86 hektare
2. Papua Selatan: 25.838,53 hektare
3. Nusa Tenggara Timur (NTT): 19.565,16 hektare
4. Nusa Tenggara Barat (NTB): 17.406,46 hektare
5. Riau: 15.738,92 hektare
6. Maluku: 14.677,00 hektare
7. Jawa Timur: 10.835,28 hektare
8. Kalimantan Selatan: 8.019,63 hektare
9. Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
10. Kepulauan Riau: 5.760,90 hektare
Sumber:
– Indikasi Luas Kebakaran SiPongi Kementerian Kehutanan. (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/indikasi-luas-kebakaran)
– Sebaran Hotspot SiPongi atau Grafik Hotspot SiPongi. (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/sebaran-titik-panas), (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/grafik-titik-panas)
– Situs Resmi Sipongi (https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/?wtime=5s)
– Geoportal Data Bencana Indonesia BNPB. (https://gis.bnpb.go.id/)
- 😢 23
- ❤ 19
Post #4066
4.21K
Forwarded from WARTA WARGA.
Warga, tahukah bahwa tiap memasuki musim kemarau, masyarakat di Riau, Kalimantan, dan wilayah rawan lainnya harus selalu bersiap menghirup udara beracun?
Karhutla seolah jadi "agenda tahunan" yang tak kunjung usai. Memang ada klaim dari pemerintah bahwa penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah maksimal lewat beberapa tindakan:
1. Ada Satgas gabungan (TNI, Polri, Manggala Agni) yang diturunkan begitu ada titik panas/Hotspot.
2. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan water bombing untuk nyiram api dari udara, menggunakan Helikopter.
3. Bikin sekat kanal supaya lahan gambut tetap basah dan nggak gampang terbakar.
4. Menindak orang yang kedapatan membakar lahan dan menyatakan cuaca ekstrem El Nino sebagai pemicu utama.
Tapi, kalau penanganannya sudah benar, kenapa apinya selalu balik lagi tiap tahun?
Nah di sini Iqbal Damanik menjelaskan kalau pemerintah itu baru "ngobatin gejalanya" belum "nyembuhin penyakit utamanya". Ibarat rumah bocor, yang dilakukan baru ngelap lantai yang basah, tapi genteng bolongnya nggak pernah ditambal.
Alasannya:
1. Tanah gambut itu tebal dan kaya spons. Kalau sudah dikeringkan, apinya bakal masuk dan membara di bawah tanah. Disiram helikopter puluhan kali pun, air cuma kena permukaan atasnya aja. Bawahnya tetap membara.
2. Hukum sering tajam ke bawah, warga atau petani kecil yang bakar lahan sedikit langsung ditangkap. Tapi kalau lahan milik perusahaan besar yang terbakar (bahkan berulang kali), sanksinya sering tumpul. Denda miliaran rupiah hasil putusan sidang pun banyak yang cuma jadi catatan di atas kertas.
3. Proyek sekat kanal sering nggak mempan karena perusahaan sawit dan kayu skala besar masih terus bikin parit/kanal raksasa buat nyedot air keluar dari gambut. Dampaknya, gambut tetap kering kerontang dan siap meledak jadi api pas kemarau.
4. El Nino itu bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah lahan gambut yang dirusak dan dikeringkan. Kalau gambutnya tetap basah dan hutannya dijaga, cuaca sepanas apa pun nggak bakal bikin kebakaran separah ini.
5. Penutupan/pembubaran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) justru mengancam fokus dan kontinuitas pemulihan lahan gambut. Melebur fungsi restorasi kembali ke birokrasi kementerian berisiko bikin pengawasan tata air dan pembasahan gambut makin lambat dan setengah-setengah.
Tanpa adanya transparansi data konsesi lahan, penegakan hukum yang berani menyasar korporasi besar, dan penghentian pengeringan gambut, narasi keberhasilan penanganan karhutla akan terus berbenturan dengan asap pekat yang dihirup warga di lapangan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=jUcRoSk0UFs
YouTube LANGGANAN KARHUTLA! Iqbal Damanik Tanya Aksi Terhebat Pemerintah, Bakom: Tak Mau Jumawa Fenomena bencana beruntun seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), erupsi Anak Krakatau, hingga gempa bumi di berbagai wilayah menguji ketahanan penanganan bencana nasional. Pihak Badan Komunikasi Pemerintah menekankan fokus pada kecepatan operasi penegakan… Karhutla seolah jadi "agenda tahunan" yang tak kunjung usai. Memang ada klaim dari pemerintah bahwa penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah maksimal lewat beberapa tindakan:
1. Ada Satgas gabungan (TNI, Polri, Manggala Agni) yang diturunkan begitu ada titik panas/Hotspot.
2. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan water bombing untuk nyiram api dari udara, menggunakan Helikopter.
3. Bikin sekat kanal supaya lahan gambut tetap basah dan nggak gampang terbakar.
4. Menindak orang yang kedapatan membakar lahan dan menyatakan cuaca ekstrem El Nino sebagai pemicu utama.
Tapi, kalau penanganannya sudah benar, kenapa apinya selalu balik lagi tiap tahun?
Nah di sini Iqbal Damanik menjelaskan kalau pemerintah itu baru "ngobatin gejalanya" belum "nyembuhin penyakit utamanya". Ibarat rumah bocor, yang dilakukan baru ngelap lantai yang basah, tapi genteng bolongnya nggak pernah ditambal.
Alasannya:
1. Tanah gambut itu tebal dan kaya spons. Kalau sudah dikeringkan, apinya bakal masuk dan membara di bawah tanah. Disiram helikopter puluhan kali pun, air cuma kena permukaan atasnya aja. Bawahnya tetap membara.
2. Hukum sering tajam ke bawah, warga atau petani kecil yang bakar lahan sedikit langsung ditangkap. Tapi kalau lahan milik perusahaan besar yang terbakar (bahkan berulang kali), sanksinya sering tumpul. Denda miliaran rupiah hasil putusan sidang pun banyak yang cuma jadi catatan di atas kertas.
3. Proyek sekat kanal sering nggak mempan karena perusahaan sawit dan kayu skala besar masih terus bikin parit/kanal raksasa buat nyedot air keluar dari gambut. Dampaknya, gambut tetap kering kerontang dan siap meledak jadi api pas kemarau.
4. El Nino itu bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah lahan gambut yang dirusak dan dikeringkan. Kalau gambutnya tetap basah dan hutannya dijaga, cuaca sepanas apa pun nggak bakal bikin kebakaran separah ini.
5. Penutupan/pembubaran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) justru mengancam fokus dan kontinuitas pemulihan lahan gambut. Melebur fungsi restorasi kembali ke birokrasi kementerian berisiko bikin pengawasan tata air dan pembasahan gambut makin lambat dan setengah-setengah.
Tanpa adanya transparansi data konsesi lahan, penegakan hukum yang berani menyasar korporasi besar, dan penghentian pengeringan gambut, narasi keberhasilan penanganan karhutla akan terus berbenturan dengan asap pekat yang dihirup warga di lapangan.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=jUcRoSk0UFs
- ❤ 10
Post #4065
1.81K
Update lagi kak,hari ini di daerah pantai pasir padi
Post #4064
2.87K
SUARA KITA. TERJADI KEBAKARAN KEMBALI DI KAWASAN SAVANA TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Kobaran api dilaporkan telah menjalar sangat dekat dan mengancam pemukiman warga di Jalan Tembikar Kanan, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
- 😢 17
- ❤ 2
Post #4063
4.2K

TERJADI KEBAKARAN KEMBALI DI KAWASAN SAVANA TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
- 😢 75
- ❤ 8
Post #4057
3.68K
Post #4056
4.77K
BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation) is looking for looking for Veterinarians to join their team in East Kalimantan and support the care and rehabilitation of orangutans and sun bears on their journey back to the wild!
Register now through orangutan.or.id/careers 🦧🤍
www.orangutan.or.id Careers Work for us and be part of a team completely committed to the conservation of Bornean orangutans and their awe-inspiring forest homes. Register now through orangutan.or.id/careers 🦧🤍
- ❤ 22
Post #4055
1.76K
Kebakaran di Kalimantan sudah mengancam kawasan hutan lindung, temen temen yuk terus suarakan dan semakin berisik tentang ini! Lets give donations and more support for them as well ❤️
- ❤ 58
Post #4054
3.31K
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan terbakar! Doa terbaik untuk para petugas, relawan, dan Manggala Agni di lapangan agar api bisa segera dipadamkan total dan TIDAK sampai merembet ke zona feeding serta habitat inti Orangutan!
©️ IndepenSumatera
©️ IndepenSumatera
- 😢 54
- ❤🔥 6
- ❤ 1
Post #4052
2.89K
Forwarded from WARTA WARGA.
@Triprnmaji membuat web gratis buat cek gunung mana aja yang statusnya siaga sekarang, abunya lagi ke arah mana.
https://abu.cikoytew.my.id/
https://abu.cikoytew.my.id/
- ❤ 19
About this channel
- How can I read @vaorue without a Telegram account?
- TGViewer shows the public web preview Telegram publishes for SUARA KITA.: recent posts, photos, videos and the subscriber count, with no app, login or account.
- How many subscribers does SUARA KITA. have?
- SUARA KITA. (@vaorue) has 6.89K subscribers on Telegram, refreshed roughly every 30 minutes.
- Does SUARA KITA. know I viewed it here?
- No. Public channel previews carry no viewer identity, and TGViewer has no accounts or tracking of what you look up.






