Post #266
50
Akankah kisah kita menjadi sebuah epilog tanpa prolog? Baik akan ku ceritakan sedikit tentangannya, dia seseorang yang sedikit berbeda dengan yang lain, mengapa begitu? Karena dia lah orang yang mampu mengalihkan sedikit duniaku. Aku mengumpamakan dia layaknya seperti sang Surya, pancaran kuning selalu terpancar membabat habis seluruh dunia ku setiap harinya, bagai sang Surya tengah menyinari semesta, dia adalah titik akhir, dari cintaku. Asmaraloka yang tercipta di hari itu, biar saja tumbuh dengan selalu. Akan ada saatnya aku benar-benar melupakanmu bahwa kau pernah menjadi sang Surya untuk diriku. -J.N.-
- β€ 2