Homophobia/Homophobic adalah sikap kebencian yang tidak rasional terhadap orang-orang dari komunitas LGBTQIA+. Sikap ini kemungkinan timbul dari pemahaman yang keliru, seringkali karena ajaran atau lingkungan, yang menganggap bahwa heteroseksualitas adalah satu-satunya orientasi seksual yang "normal" dan "benar", sedangkan menganggap orientasi seksualitas lain sebagai "penyimpangan", "gangguan" atau "tidak normal". Keyakinan ini berbahaya karena, pertama, bertentangan dengan fakta ilmiah. Organisasi kesehatan global dunia seperti American Psychiatric Association (APA) pada tahun 1973 telah resmi menghapus homoseksualitas dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dan World Health Organization (WHO) pada tahun 1990 menghapus homoseksualitas dari daftar International Classification of Diseases (ICD).
Source :
https://pkbi-diy.info/homophobia/
https://www.britannica.com/topic/homophobia
https://www.dictionary.com/browse/homophobia
https://id.wikipedia.org/wiki/Homofobia
Homophobic sering membenarkan diri dengan alasan “norma masyarakat”. Padahal, norma bukan ukuran mutlak kebenaran. Norma hanyalah kesepakatan sosial yang bisa berubah seiring waktu dan pengetahuan. Dulu, banyak hal yang dianggap “tidak normal” kini diterima sebagai bagian dari keberagaman manusia. Jadi, menjadikan norma sebagai alasan untuk membenarkan kebencian hanyalah bentuk pembenaran diri.
CIRI-CIRI SESEORANG HOMOPHOBIC :
➥ Merasa takut berlebihan, jijik, atau sangat tidak nyaman saat bertemu/berinteraksi dengan kaum LGBTQ+, memiliki pandangan negatif, antipati, atau keyakinan bahwa homoseksualitas itu salah atau tidak normal.
Rasa takut dan tidak nyaman ini timbul karena kepercayaan yang irasional terhadap para homoseksual. Kepercayaan irasional ini bisa karena takut tertular apabila berada di dekat mereka, dll.
➥ Melakukan tindakan seperti menghina, mengolok-olok, mengucilkan, tidak memperlakukan para homoseksual selayaknya manusia, atau bahkan menyakiti orang berdasarkan orientasi seksualnya.
Kebencian ini termasuk dua bentuk, bisa diungkapkan dan bisa tidak diungkapkan. Kebencian yang tidak diungkapkan artinya menghina dan mengejek mereka di dalam hati. Sedangkan kebencian yang diungkapkan bisa terbaca di dari ekspresi muka jijik yang terpancar dari wajah seorang homophobic, selain itu juga bisa dari hinaan pada homoseksual yang diucapkan pada kaum LGBTQ+.
DAMPAK :
➥ Menyebabkan stigma sosial, diskriminasi, dan kekerasan terhadap komunitas LGBTQ+ yang merusak harga diri serta kesejahteraan emosional.
➥ Berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius bagi korban Homophobic, seperti kecemasan, depresi, atau yang paling buruk adalah resiko melakukan bunuh diri.
Kalau sekiranya kalian memang tidak into LGBTQIA+ ataupun tidak nyaman, cukup membatasi diri sendiri. Tidak perlu koar koar di publik bahwa kalian tidak nyaman dengan suatu komunitas. Menjadi pribadi yang dewasa berarti mampu menjaga empati dan menghormati perbedaan tanpa harus sependapat.
Homophobia itu soal perilaku dan dampak, bukan soal "beda pendapat" saja. kalau "pendapat" itu membuat satu kelompok terus menerus direndahkan, itu sudah termasuk diskriminasi. Homophobia tidak hanya merugikan individu LGBTQ+, tetapi juga merusak struktur sosial dengan mendorong sikap diskriminatif dan merugikan semua pihak.
Source:
https://www.hrc.org/news/flashbackfriday-today-in-1973-the-apa-removed-homosexuality-from-list-of-me
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4695779/
https://www.journalofcommunication.ro/index.php/journalofcommunication/article/view/322
https://gemilangsehat.org/pengetahuan/sobatask/3-tanda-kalau-kamu-homofobik/