Dari jalannya diskusi, relationship antara legal dan minor idealnya tidak dilakukan. Banyak yang menyoroti bahwa posisi minor dan legal tidak sepenuhnya setara, baik dari segi kematangan emosional maupun kemampuan mengambil keputusan, karena pemikiran minor masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terhadap pengaruh dan manipulasi.
Namun di sisi lain, kami juga memahami bahwa standar moral setiap individu berbeda, dan penerapannya di base tidak sesederhana menetapkan larangan secara mutlak. Jika admin harus melarang sepenuhnya, maka akan ada konsekuensi cara kerja yang cukup intens, seperti kebutuhan untuk mengecek satu per satu usia muse kalian yang pada praktiknya sulit diterapkan secara konsisten. Karena itu, kami tidak menetapkan larangan baru.
Kami tidak akan sepenuhnya melarang relationship minor x legal. Namun, admin tidak menyarankan relationship minor x legal di jalankan, terutama dalam konteks jam pm pencarian FWA/trial atau hubungan romantis apapun.
Keputusan akhir dikembalikan kepada masing-masing individu, dengan kesadaran penuh terhadap risiko dan dampak yang mungkin timbul.
Beberapa alasan kenapa kami tidak menyarankan minor × legal untuk menjalin hubungan romantis, berdasarkan penelitian dan sumber yang terpercaya
a. Risiko Cybergrooming dan Manipulasi
Paper Toward Integrated Solutions: A Systematic Interdisciplinary Review of Cybergrooming Research
“The rapid expansion of digital communication has facilitated unprecedented social connectivity, but it has also introduced new threats, including cybergrooming, where perpetrators manipulate online trust-building to exploit minors.”
Ini menunjukkan bahwa minors sangat rentan dimanipulasi dalam hubungan di mana satu pihak sudah dewasa dan satu pihak masih di bawah umur, bahkan jika hubungannya terlihat "suka sama suka"
b. Perbedaan Matang Psikologis
Minor belum sepenuhnya matang dalam pengambilan keputusan menurut psikologi perkembangan. Satu pihak yang legal sudah memiliki pengalaman dan kedewasaan yang lebih, sehingga imbalance dalam dinamika hubungan bisa terjadi, termasuk potensi tekanan psikologis atau manipulasi (psychological coercion).
Dengan himbauan ini, kami ingin memberikan panduan berbasis penelitian agar seluruh subscriber dapat memahami risiko dari hubungan minor × legal. Kami menekankan bahwa pilihan paling aman adalah legal dengan legal, atau minor dengan minor, agar interaksi tetap berada dalam batas yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Meskipun kami tidak melarang sepenuhnya, kami berharap setiap pihak dapat mempertimbangkan aspek moral, psikologis, dan keamanan dalam berinteraksi di Utopia
Berikut beberapa penelitian yang dapat kalian baca berkaitan tentang topik ini.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24731760/
https://arxiv.org/abs/2503.05727
https://share.google/CGZLZxcTlWoxhMyAT