ποΈ β Bener. Dengan cara itu, kita tetap berdiri di posisi yang seimbang. Kita menghormati nilai-nilai yang diwariskan, tapi juga sadar kapan harus pakai logika dan kendali diri. Jadi tradisi tetap hidup sebagai pengingat, bukan sebagai beban yang bikin kita terkungkung guys.
ποΈ β Banyak cerita yang beredar soal Malam Satu Suro, mulai dari yang bikin takut sampai yang bikin orang jadi ekstra hati-hati. Tapi kalau kita coba tarik sedikit ke belakang dan lihat dari sudut pandang yang lebih tenang. Kalau kita lepaskan dari sisi mistisnya, apakah Malam Satu Suro bisa dilihat sebagai momen untuk berhenti sejenak dan refleksi diri menurut Ka Jonathan gimana?
Post #628
50
