Aduh sialan..
wahai kau keparat,
kau menggagalkan sudah rencana kencan kudengan gadis itu.
Motor Beat karbu ku sudah habis bensinnya,
ku tak mampu beli
karena kelangkaan BBM di negeri ini.
kau bilang nya hanya efisien harga
Bukan tuan!
Itu karena tata pengelolaan uang negara yang gagal.
Kau tau..
Token listrik dirumah ku udah berbunyi.
Biaya kencan aku dengan gadis itu sudah habis dimakan pajak.
Bahkan, aku rela berkerja
Aku sudah mati-matian tuk kerja.
Aku rela menjadi budak korporat.
Tapi apalah daya,
gaji ku yang minim ini untuk tinggal di negeri ini
uangku diperas habis habisan
Oleh Kau
Kau yang berbaju rapih apa daya ilmu mu itu Tuan
Walau hanya untuk ambisi sendiri tak mementingkan rakyat nya
Kau bersembunyi dibalik
Agama dan pakaian yang rapih itu
padahal kau pejabat berhati busuk.
Aku kerja mati-matian,
tetap saja dompetku kosong.
Ini bukan salahku
Gajiku yang terlalu minim
untuk tinggal di negara ini
yang isinya tukang palak ini.
Mencintaimu saja, wahai gadis ku,
aku harus dihadang para oligarki.
Bernapas saja harus
menghirup asap Kathula
Tanya karena
ulah si elite politik
Yang sudah berani mengambing hitamkan Petani kecil atas kebakaran besar di Kalimantan
Biaya makan siangku di warteg
sudah naik dua ribu.
Kalau makan, aku tidak bisa bayar parkir.
Kalau bayar parkir,
aku pulang tidak punya uang buat bensin.
Kalau punya uang buat bensin,
token listrik di rumah bunyi lagi
Begitulah hidup, sayangku..
Kita disuruh bekerja keras
Keras tinggal di negeri ini
tapi entah kenapa
yang makin kenyang selalu mereka.
Maafkan aku, sayang.
Harusnya aku belajar giat jadi koruptor,
agar kita bisa kencan setiap hari.
Agar kupandang wajahmu
Yang cantik dan anggun
tanpa aku harus takut harga bakso yang kita makan
sudah jadi dua lembar biru.
Sebab di negeri ini,
mungkin mencintai seseorang
memang tidak semahal korupsi.
Tapi untuk rakyat kecil sepertiku,
bahkan sekadar mengajakmu makan
saja harus bernegosiasi
dengan isi dompet
dan kebijakan negara ini
Post #102772
180
#Streetz CW//HARSHWORD
- 🔥 10
- ❤ 1