ㅤ "Buku apa ini?" gumamku. Netraku masih berusaha memahami lembar pertama, tertulis di sana #Marlowho. "Oh? Ini tentang diriku? Untuk apa ini?", jemariku lanjut membalikkan lembaran kertas itu.
ㅤ Ada tanda aneh lagi, "#Fellowho?" pertanyaan itu keluar dari bibirku. Ketika pandanganku bergerak ke halaman selanjutnya, terlampir beberapa foto melekat. Terdapat nama-nama yang sangat familiar di ingatanku. Aku berusaha mengingat, untuk apa aku menuliskan tentang orang-orang yang di sekitarku?
ㅤ Kemudian beberapa halaman selanjutnya—kosong. "Is this a joke? What is this about?" Aku ingat kapan aku menulis buku ini, hanya saja aku tidak ingat kenapa aku menuliskan hal-hal yang tak seharusnya bisa dibaca orang lain di buku ini. "Mungkin aku mau mulai journaling.. even it doesn't make sense. Oh well," celetukku sebelum meraih pena dan menuliskan #DearMarlow dengan senyuman tipis, "Ini akan jadi buku harianku sekarang."
ㅤㅤㅤㅤ "Nothing could go wrong, right?"
Gunakan tagar-tagar tersebut untuk mengetahui Marlow []
ㅤ
