β β β β β β β
β β β β β ββ β β β β β β β β#KEGIATANIN : 01
Pemberhentian terakhir untuk hari ini adalah toko kue yang baru saja buka di daerah Kemang. Aku tau Chewy's ini karena ngikutin Kamari waktu aku lagi hamil Adek Shakila. Dulu, aku seneng banget sama Kamari dan berharap bisa punya anak perempuan seperti Kamari.
"Aku kok terharu gini ya Janit."
Janitra langsung berhenti mengunyah donat salted caramelnya dan menatapku dengan tatapan bingung.
"Rasanya aku bangga sama Jennifer karena udah bikin makanan seenak Chewy's ini. Terlepas dari perjalanan hidupnya, semangat Mamari tuh luar biasa. Dia mau ngebuktiin sama dunia kalau she's deserve in the world."
"Setuju banget aku Nin. Aku jadi inget sama kalimat kekuatan mental bukan tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang keberanian untuk bangkit meskipun pernah kehilangan arah."
"Konsep Resilience kan?"
Janitra menganggukan kepalanya dan kita berdua tersenyum.
Memang benar, di dunia ini tidak semua manusia itu kuat. Tapi manusia kuat sudah bisa dipastikan dirinya berani bangkit dari segala keterpurukan yang pernah dilalui sebelumnya. Hidup akan terus berjalan dengan berbagai arah untuk mencapai suatu tujuan.
Aku dan Janitra kembali lagi menikmati donat pesanan kita. Kata pagawai Chewy's, semua menu disini direkomendasikan langsung dari sang ownerβJennifer Coopen dan tentu saja aku beserta Janitra memesannya.
Suasana Chewy's saat malam hari juga menarik, beberapa lampu hiasan menyala disekitar pintu masuk toko. Bangunan dengan nuansa oren dan putih ini tampak bagus jika dilihat langsung oleh mata telanjang dibandingkan dengan foto.
Setelah aku dan Janitra menyelesaikan obrolan dan menghabiskan pesanan, kita berdua berpisah di depan Chewy's dan kembali pulang sendiri-sendiri. Aku gak lupa buat bawain beberapa donat yang menurutku enak sebagai oleh-oleh untuk orang rumah.
Post #351
14
Between Minds & Mornings ποΈπ©· Photo
- β€βπ₯ 5
- π 4
- π₯° 2