semua orang itu pasti bingung dengan apa yang kumaksud, izinkan aku menjelaskan pada mereka, sayang
kala itu, hari ke 14 di bulan februari, aku sedang duduk di sebuah bangku taman, seperti biasanya, aku merenung dan patah hati, lalu tiba-tiba kau berlari dari kejauhan sembari melambai ke arahku, aku mengenalmu, kau anak kelas sebelah kala itu.
kau duduk disebelah ku dengan nafas tersengal-sengal, aku bilang kepadamu dengan dingin,
"apa yang kau lakukan?"
"ini."
kemudian kau menyodorkan sebuah coklat berbentuk hati dengan ukuran yang cukup besar, ah, aku tak mengerti apa maksudnya, tapi aku menerimanya begitu saja.
malam harinya, kau mengajak ku untuk pergi ke pasar malam yang hanya ada saat valentine, kau terus-terusan menggandeng tanganku dan menariknya, sebenarnya aku bisa saja menahannya, tapi aku tak melakukannya.
kau bilang ingin permen kapas, aku mengeluarkan dompetku untuk mentraktir mu, lalu waktu itu kita juga bermain berbagai macam wahana, bahkan sampai akhirnya kita pergi ke rumah hantu.
entah kenapa, lambat laun aku merasa jatuh hati padamu, setiap perlakuan kecil mu yang manis terkadang membuatku terkekeh kecil. dan tanpa sadar senyum manismu itu mengeluarkan senyum kecil ku yang tak pernah ku tunjukkan.
"kau adalah teman terbaikku."
"hanya teman?" tanyamu. ah, aku tak tau harus bagaimana menjawabnya.
"ya..?"
"tapi, kurasa aku juga menyukaimu."
kau bilang padaku itu adalah momen terkonyol selama kita bersama, aku bahkan seolah kehilagan urat malu saat mengatakannya dulu.
tapi sayang, setelah selama ini kita bersama, aku merasakan kehangatan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. kau yang menyadarkan ku hal itu.
terimakasih telah hadir di hidupku. kalau bukan karena kau, aku akan terus-terusan terjebak di hubungan lama ku.
sekarang aku disini denganmu, menatap pemandangan pagi hari dari gardu pandang, aku mendekap mu. ah, apa kau tau sesuatu, sayang?
"semesta berpihak pada hubungan kita." bisikku.
tertanda, kekasihmu.
tema: teenage dream love