Didalam pidatonya, beliau mengatakan "perempuan tdk hanya duduk di dapur saja, Ia mengingatkan, sudah saatnya mengangkat derajat kaum perempuan dan menjadi keyakinan kita, pria dan wanita harus berjalan bersama dalam kehidupan umum,namun bkn berarti wanita harus seperti pria".
Aksi tersebut membuat pihak belanda geram dan memanggil Ketua kongres. Akan tetapi kongres wanita tetap terus berjalan hingga mencetuskan kaum buruh perempuan, undang² perkawinan modern, dan persamaan hak perempuan dan pria.
Ibu RA Sukonto tdk berjuang sendirian, ia dibantu oleh Ibu Ki Hajar Dewantara, ibu Rukmini (Saudara RA Kartini) dan masih banyak lagi istri-istri tokoh pergerakan Nasional.
1931 Ibu RA Sukonto pindah ke Jakarta, untuk mendirikan asrama khusus wanita dan bergabung disuatu departemen untuk mecegah penjualan gadis Indonesia (Pasar Gelap). pd 1945 ia merasa senang, krna merebut kemerdekaan Indonesia antara wanita dan pria saling bahu membahu.
Post #413
235