TGViewer
Channel Public Channel
π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„

π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„

@scdarchive

Subscribers
801
Photos
265
Videos
30
Links
51
Recent Posts 20 shown
Post #44575 73
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐌ungkin, tidak semua kehilangan berakhir dengan lupa. Ada yang berubah menjadi kenangan, ada yang menjadi sunyi, dan ada pula yang tetap tinggal sebagai rindu.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐀ku yang Salah mengajarkan kita untuk melihat kembali perpisahan dan kesalahan yang mungkin menyertainya. Sementara 𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada 𝓒andramā mengingatkan kita bahwa setelah semuanya berlalu, masih mungkin ada rindu yang diam-diam menetap.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐓erima kasih telah meluangkan waktu untuk mendengarkan, membaca, dan memaknai setiap karya bersama malam ini. Sampai bertemu di pembahasan berikutnya.

❝ 𝐊arena mungkin, tidak semua karya datang untuk memberikan jawaban. Sebagian hanya datang untuk memberitahu kita bahwa, di suatu tempat, ada perasaan yang pernah kita rasakan seorang diriβ€”meski mungkin, sebenarnya tidak pernah benar-benar kita rasakan sendirian. ❞
Post #44573 49
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐍amun, keduanya bertemu pada satu titik:

❝ 𝐊eduanya berbicara tentang seseorang yang masih mencoba memahami sesuatu yang telah hilang. ❞

❝ 𝐊arena mungkin, pada akhirnya, tidak semua perpisahan membutuhkan seseorang untuk disalahkan. ❞


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐀da perpisahan yang hanya meninggalkan dua orang dengan pertanyaan masing-masing. Dan bisa jadi, di suatu tempat, dua orang yang sama-sama kehilangan justru sama-sama merindukanβ€”tanpa pernah tau bahwa mereka sedang merasakan hal yang sama.
Post #44571 42
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐉ika Aku yang Salah berbicara tentang seseorang yang masih berusaha memahami apa yang sebenarnya salah dari sebuah perpisahan, maka 𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada 𝓒andramā membawa kita pada pertanyaan yang muncul setelah waktu berlalu.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐊etika rasa bersalah mungkin telah memudar, ketika kemarahan mungkin telah selesai, ketika seseorang sudah mampu menerima bahwa yang telah pergi mungkin memang tidak akan kembali.

Namun, π‘πˆππƒπ” 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐀𝐃𝐀.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐃an dari rindu itu, lahirlah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi mungkin tidak akan pernah bisa dijawab:

❝ Apakah kau juga merindukanku? ❞

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐉adi, kedua karya ini memang tidak memiliki makna yang sama. Aku yang Salah berbicara tentang kesalahan, penyesalan, dan perpisahan. Sementara 𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada 𝓒andramā berbicara tentang kehilangan yang telah lama berlalu, tetapi masih menyisakan rindu dan pertanyaan.
Post #44569 36
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐉ika 𝓔legi 𝓒akrawala yang π“œerindu terasa seperti suara seseorang yang masih berdiri di tengah kehilangan dan mencoba memahami kepergian, maka 𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada𝓒andramā terasa seperti suara seseorang yang telah berjalan jauh bersama kehilangan itu.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐖aktu telah berlalu, jarak telah menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa dinegosiasikan. Bahkan kemungkinan untuk kembali saling menjangkau telah lama tertutup. Namun, ada hal-hal yang tidak ikut hilang hanya karena waktu terus berjalan.

❝ Salah satunya adalah π‘πˆππƒπ”. ❞

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐃alam puisi ini, Cakrawala tidak lagi meminta Candramā untuk kembali. Ia tidak memohon agar masa lalu diulang dan ia juga tidak menolak kenyataan bahwa Candramā telah pergi. Justru, ia telah menerima bahwa mungkin mereka memang tidak akan pernah saling menjangkau lagi.
Post #44567 35
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐓erkadang, sebuah karya tidak hanya selesai ketika kita selesai mendengarkannya. Ia bisa meninggalkan sebuah pertanyaan dan dari pertanyaan itu, mungkin lahir karya yang lain.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ Maka, malam ini ≛. π“œinson ingin memperkenalkan sebuah karya baru. Karya yang lahir dari proses merenungkan kehilangan, jarak, dan pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah menemukan jawaban.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐈a masih berada dalam semesta yang sama dengan karya yang pernah kita bahas sebelumnya, 𝓔legi 𝓒akrawala yang π“œerindu.

ㅀㅀㅀ𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada 𝓒andramā
γ…€γ…€γ…€γ…€βž  Karya : 𝕽. 𝕬ksandro
Telegraph 𝓛itani 𝓒akrawala π“šepada 𝓒andramā Ratapan yang terus-menerus dilantunkan oleh Cakrawala kepada Candramā. Hai, Candramā. Barangkali inilah litani yang paling sia-sia. Sebab sejak kala menutup seluruh jalan menuju namamu, aku hanya mampu menaruh anuragamu melalui ingatan. Sementara ingatan…
Post #44565 33
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐌ungkin, setelah bertahun-tahun berlalu, pertanyaan tentang siapa yang salah tidak lagi menjadi hal yang paling penting. Waktu perlahan mengajarkan kita bahwa tidak semua hal dapat diperbaiki hanya dengan mengetahui penyebabnya.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐀da kehilangan yang tetap menjadi kehilangan, bahkan setelah kita memahami bagaimana semuanya bermula. Dan di titik tertentu, mungkin kita tidak lagi ingin menyalahkan siapa pun.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ Kita hanya ingin tau satu hal:

πŸ«€ ; 𝓐pakah orang yang kita rindukan juga pernah merindukan kita?

πŸ«‚ ; 𝓑ukan karena kita ingin memintanya kembali.
πŸ«‚ ; 𝓑ukan pula karena kita tidak sanggup menerima bahwa ia telah pergi.


πŸ«€ ; 𝓗anya karena ada sesuatu yang begitu berarti bagi kita, dan kita ingin tahu apakah sesuatu itu pernah berarti dengan cara yang sama bagi orang lain.
Post #44563 41
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐒ebab terkadang, kita membutuhkan seseorang untuk disalahkan agar sebuah kehilangan terasa lebih mudah dipahami.

❝ Kalau aku yang salah, mungkin semuanya berakhir karena kesalahanku. Kalau aku yang salah, mungkin ada sesuatu yang seharusnya bisa ku perbaiki. Namun bagaimana jika tidak ada yang benar-benar bisa disalahkan? ❞

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐁agaimana jika dua orang hanya kehilangan kesempatan untuk saling memahami? Dan bagaimana jika yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukan hanya karena seseorang pergi, tetapi karena setelah kepergiannya, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sebenarnya ia rasakan?
Post #44561 49
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐍amun, barangkali tidak semua perpisahan memiliki satu orang yang sepenuhnya salah. Ada hubungan yang berakhir bukan karena seseorang berhenti memiliki rasa, tetapi karena keadaan membuat dua orang tidak lagi mampu berjalan dengan cara yang sama.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐀da pula perpisahan yang meninggalkan begitu banyak hal yang tidak sempat disampaikan. Dan ketika tidak ada lagi kesempatan untuk membicarakannya, rasa bersalah perlahan bercampur dengan rindu.

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐓etapi, mungkin ada satu hal yang menarik untuk kita renungkan dari lagu ini. Ketika seseorang berkata, β€œAku yang salah,” apakah ia benar-benar sedang mengakui kesalahannya? Atau mungkin, ia sedang berusaha mencari alasan atas sesuatu yang sudah terlanjur hilang?
Post #44559 30
     γ…€γ…€ β–Έ πŸ“» . [π“œinson 𝓒peaking]


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐋agu yang akan kita bahas malam ini adalah π—”π—žπ—¨ π—¬π—”π—‘π—š π—¦π—”π—Ÿπ—”π—›, yang dibawakan oleh Mahalini dan Nuca. Dari judulnya saja, lagu ini sudah membawa kita pada sebuah pengakuan yang terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menyimpan banyak hal: β€œAku yang salah.”

{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐒ebab, ketika sebuah hubungan berakhir, terkadang kita tidak langsung menyalahkan orang lain. Justru, kita mulai memeriksa diri sendiri.

πŸ‘€ 𝓐pakah aku yang terlalu banyak berharap?
πŸ‘€ 𝓐pakah aku yang kurang berusaha?
πŸ‘€ 𝓐pakah aku yang seharusnya bertahan lebih lama?
πŸ‘€ 𝓐tau mungkin, akulah yang membuat semuanya berakhir seperti ini?


{ 🦬 } β‚Š ׁ/ πŸŽ™ ⚊ 𝐑asa bersalah sering kali membuat seseorang terus kembali pada masa lalu. Mengulang percakapan yang pernah terjadi, mengingat keputusan-keputusan yang pernah diambil, dan membayangkan kemungkinan lain yang mungkin saja terjadi jika pada waktu itu kita memilih jalan yang berbeda.
Older posts β†’

About this channel

How can I read @scdarchive without a Telegram account?
TGViewer shows the public web preview Telegram publishes for π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„: recent posts, photos, videos and the subscriber count, with no app, login or account.
How many subscribers does π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„ have?
π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„ (@scdarchive) has 801 subscribers on Telegram, refreshed roughly every 30 minutes.
Does π’π”πˆπ‚πˆπƒπ„ Ξ›π‘π‚π‡πˆπ•π„ know I viewed it here?
No. Public channel previews carry no viewer identity, and TGViewer has no accounts or tracking of what you look up.
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook β†’Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 β†’