Plot cerita untuk @Jiheont
Matahari baru saja tenggelam di balik ufuk Oakhaven, menyisakan langit merah darah yang perlahan ditelan badai pasir. Mave mengikat kudanya erat-erat di tiang depan Blackwood Saloon, lalu melangkah masuk ke dalam kedai yang remang-remang. Aroma wiski murah dan keringat langsung menyengat hidungnya. Sebagai mantan lawman yang kini menjadi pemburu bayaran, Mave selalu memilih sudut paling gelap untuk mengawasi sekitar.
Suasana malam itu tenang, terlalu tenang, sampai denting lonceng pintu memecah keheningan. Seorang wanita melangkah masuk. Seluruh ruangan mendadak senyap. Ia mengenakan gaun hitam pekat yang elegan namun praktis untuk berkuda, kontras dengan debu gurun yang mengotori lantai saloon. Topi koboi bertepi lebar sengaja ditarik agak rendah, menyembunyikan sebagian wajahnya yang menawan. Namun, yang paling menarik perhatian Mave bukan parasnya, melainkan kilatan perak dari balik jubahnya—sepasang revolver laras panjang bergagang ukiran.
Wanita itu berjalan tenang menuju meja di sudut terjauh, mengabaikan tatapan liar para lelaki di sana. Aura misterius sekaligus berbahaya memancar kuat dari setiap gerakannya.
Didorong rasa penasaran, Mave berdiri dan berjalan mendekat, membawa botol wiski di tangan. "Gurun sedang mengamuk di luar, Nona. Kurasa mengobrol bisa sedikit menghangatkan suasana," ujar Mave, menarik kursi di hadapannya tanpa permisi.
Wanita itu mendongak. Sepasang mata elangnya menatap Mave tajam, namun ada segaris senyum tipis di bibirnya. "Nama saya Jibby," ucapnya, suaranya rendah dan berwibawa. "Dan jika saya jadi Anda, Tuan... saya akan tetap menjaga tangan saya dekat dengan sarung pistol."
"Mengapa begitu?" tanya Mave, menaikkan sebelah alisnya.
"Karena badai yang sebenarnya baru saja tiba."
Post #1763
4
Forwarded from RUSTLER #WILDWEST
