“Content Warning digunakan untuk mengukur seberapa sensitif isi menfess yang akan kamu bagikan. Tujuannya adalah memberi tahu audiens tentang topik sensitif tertentu agar mereka bisa bersiap sebelum membaca lebih lanjut.”
—— 🏝️. Penggunaan,
A. Wajib dicantumkan tepat sebelum bagian atau kalimat yang mengarah ke hal sensitif, seperti unsur menyakiti diri sendiri (self-harm), tindakan kekerasan, atau seksualitas.
B. Harus diletakkan di tempat yang mudah terlihat dan ditulis secara spesifik agar audiens langsung paham jenis konten yang akan mereka hadapi.
Contoh: CW // SCARY PICTURE, CREEPY DOLL, HOSPITALS, MEDICAL PROCEDURES, SLIGHT NSFW, KISSING, EXPLICIT, SPOILER, ANIMAL ABUSE.
🌊☀️. 𓆞 ☼’ Trigger Warning (TW)
“Trigger Warning bertujuan untuk memberikan informasi di awal konten mengenai topik berat yang berpotensi memicu reaksi emosional atau psikologis negatif, terutama bagi audiens yang memiliki pengalaman trauma mendalam di masa lalu.”
—— 🏝️.
Penggunaan
,
A. Wajib digunakan pada konten ekstrem yang bisa membuka luka lama atau memicu trauma seseorang, seperti topik pelecehan, rasisme, depresi, atau pembunuhan.
B. Dituliskan secara spesifik di bagian paling awal menfess agar audiens yang memiliki trauma terkait bisa langsung memilih untuk melewati (skip) konten tersebut demi kesehatan mental mereka.
Contoh: TW // HUMAN DEATH, MENTION OF DEATH, MURDER, RELIGION, DEPRESSION, BLOOD, GUNS, SHOTS, SUDDEN LIGHT, SHARP OBJECT, MENTION OF PERSECUTION & EXECUTION.