โญโโโโโโโโโโโโโโโ โ๏ฝกยฐโฉยฐ๏ฝกโ โโโโโโโโโโโโโโโโฎ
๐๐
๐๐จ๐ฅ๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ง ๐๐๐ก๐๐๐๐
โฐโโโโโโโโโโโโโโโ โ๏ฝกยฐโฉยฐ๏ฝกโ โโโโโโโโโโโโโโโโฏ
เฃชห ึดึถึธโพ. Jeie : Setelah kejadian hari itu, Dito mulai sering memperhatikan kursi sahabatnya, Rian.
เฃชห ึดึถึธโพ. Katherine : Kursinya ada di dekat jendela, tepat di sebelah Dito. Dan sejak Rian meninggal, kursi itu mulai terasa agak aneh.
เฃชห ึดึถึธโพ. Jeie : Terkadang kursinya bergeser sendiri. Kadang jendelanya terbuka, padahal semua jendela lain itu tertutup rapat.
เฃชห ึดึถึธโพ. Katherine : Sampai suatu pagi, Dito menemukan sesuatu di atas mejanya Rian.
Buku catatan hitam milik Rian.
เฃชห ึดึถึธโพ. Jeie : Padahal semua barang barang Rian sudah dibawa pulang oleh pihak keluarganya.
เฃชห ึดึถึธโพ. Katherine : Mereka akhirnya memberanikan diri untuk membuka buku tersebut.
โJANGAN BIARKAN AKU SENDIRIAN DI KELAS.โ
เฃชห ึดึถึธโพ. Jeie : Dito langsung saja menutup bukunya ketika melihat tulisan itu.
เฃชห ึดึถึธโพ. Katherine : Tapi waktu mereka ingin pergi dari sana..
"Kreeeek."เฃชห ึดึถึธโพ. Jeie : Kursi Rian tiba tiba bergeser seolah-olah ada yang menggerakkannya.
เฃชห ึดึถึธโพ. Katherine : Dan yang lebih bikin merinding...
mereka sama sekali nggak mendengar suara kursi itu bergerak.