Dan diantara sekian banyak tokoh itu adalah Presiden Joko Widodo, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan banyak lagi.
Julukan ini memang pantas disandang oleh UGM. Betapa tidak, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus ini bukan saja berasal dari Indonesia, tetapi juga negara lainnya di belahan dunia ini seperti Jerman, Thailand, Malaysia, Brunai, Australia, dan banyak lagi. Jangan heran jika kamu akan menemukan beberapa jurusan yang didalamnya menyediakan kelas internasional.
Ya, dari namanya kita sudah bisa menebak dari mana nama ini berasal. Nama Gadjah Mada diambil dari patih Majapahit yang memiliki cita-cita ingin menaklukkan Nusantara di bawah pimpinannya.
Presiden Soekarno menginginkan UGM meneladani sikap Gajah Mada, yaitu “Palapa” dan 4 ajaran hidup termasuk Trisna tan Satrisna, yang berarti tidak pilih kasih; Haniakan Musuh yang berarti tidak punya musuh; Satya Haprabu yang berarti taat kepada Sang Penguasa; dan Ginong pati Dino yang berarti berbuat besar setiap hari.
Setidaknya ada tiga makna logo disini. Pertama pusat lingkaran yang bermakna sinar; kedua, dua lingkaran berada di tengah matahari, lingkaran bagian dalam terdapat tulisan Gadjah Mada, lingkaran bagian luar terdapat tulisan Universitas dan Yogyakarta, lima kumpulan sinar berbentuk Kartika atau Bintang Segi Lima; ketiga, lima songkok yang bearti topi kebesaran panglima.
Di belakang Gedung Pusat, yang juga merupakan gedung modern pertama di Indonesia, UGM menanam 7 pohon cemara. Apa keistimewaannya? Ini berarti 7 pendeta utama yaitu Agastya, Brihgu, Bhargava, Bharadvaja, Kasyapa, Vashita, dan Vismamitra. Adapun maknanya adalah jujur, enggan berbuata jahat, enggan mengingkari janji, enggan barang haram, tidak suka pujian, tidak suka sesuatu yang kotor dan tidak menyukai barang-barang mewah.