Mengapa sih Retorika sangat perlu dipelajari? Pasti banyak yang bertanya seperti itu ya...
Retorika sangat perlu dipelajari karena merupakan sarana untuk mengungkapkan gagasan ataupun pemikiran mengingat bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak luput dari pertolongan, interaksi, dan komunikasi dengan sesamanya. Selain itu, alasan lain mengapa kita perlu mempelajari retorika karena di dalam masyarakat umumnya dicari para pemimpin atau orang-orang berpengaruh, yang memiliki kepandaian di dalam hal berbicara. Juga di bidang-bidang lain seperti perindustrian, perekonomian dan bidang sosial, kepandaian berbicara atau keterampilan mempergunakan bahasa secara efektif sangat diandalkan.
Nah itu dia 7 Tokoh-tokoh Retorika. Setiap tokoh memiliki prinsip yang berbeda-beda ya, tetapi memiliki makna yang sama.
Terakhir yang saya akan bahas adalah 'Alasan mengapa kita harus mempelajari Retorika'. Karena berdirinya saya disini juga untuk memberikan informasi bahwa Retorika sangat penting dipelajari.
6. ARISTOTELES Menurut Aristoteles, tujuan retorika adalah membuktikan maksud pembicaraan atau menampakkan pembuktian. Ia menulis 3 jilid buku berjudul De Arte Rhetorica, yang diantaranya berisi 5 tahap penyusunan pidato. Tahapan tersebut terkenal dengan sebutan 5 hukum retorika yang meliputi : 1) Inventio (penemuan) 2) Dispositio (penyusunan) 3) Elocutio (gaya) 4) Memoria (memori) 5) Pronuntiatio (penyampaian)
7. MARCUS TULIUS CICERO Cicero menyarankan bahwa seorang orator harus mencari bahan-bahan yang akan dibahas, menyusun dengan sistematis bahan-bahan tersebut, mencoba menghafal isinya, dan mengemukakan persoalan dengan baik.
4. ISOKRATES Isokrates mendirikan sekolah retorika tahun 931 SM dengan penekanan pada penggunaan kata-kata dalam susunan yang jernih tapi tidak berlebih-lebihan, rentetan anak kalimat yang seimbang dengan pergeseran suara dan gagasan yang lancar.
5. PLATO Menurut Plato, retorika penting sebagai model pendidikan, sarana mencapai kedudukan dalam pemerintahan, dan mempengaruhi rakyat. Beberapa karangannya yang terkenal adalah Nomoi dan Dialogues.
Nah selanjutnya kita akan mengenal beberapa Tokoh-Tokoh Retorika, yaitu:
1. GEORGIAS (dari kaum sosialis) Georgias adalah seorang guru retorika yang pertama. Ia membuka sekolah retorika yang mengajarkan dimensi bahasa yang puitis dan teknik berbicara impromptu.
2. PROTAGORAS Protagoras adalah seseorang yang menyatakan bahwa kemahiran berbicara bukan untuk kemenangan melainkan demi keindahan bahasa.
3. SOKRATES Sokrates menyatakan bahwa retorika adalah demi kebenaran. Metode Sokrates dalam beretorika adalah : a) Memisahkan pemikiran salah dari yang tepat, yaitu dengan jalan berpikir mendalam dan memperhatikan suatu persoalan dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan suatu nilai universal yang ada dalam masyarakat. b) Bertanya (dialog) dan menyelidiki argumentasi yang diberikan kepadanya.
3. Pembinaan Teknik Bicara Efektivitas monologika dan dialogika tergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan syarat bagi retorika. Oleh karena itu pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini, perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik nafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita.
2. Dialogika Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, di mana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (Linguistik), khususnya ilmu bina bicara (Sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara ini mencakup:
1. Monologika Monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, di mana hanya seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi.
Nah Tujuan Retorika adalah untuk persuasi. Persuasi yang dimaksudkan disini ialah meyakinkan pendengar akan kebenaran gagasan hal yang disampaikan pembicara. Artinya tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur.
Sejarah dan Perkembangan Retorika sangat panjang ya dan menarik juga untuk dipelajari. Selanjutnya Retorika juga punya tujuan loh. Ada yang tahu apa saja? /Senyum
Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). Pada abad pertengahan retorika semakin tereduksi dan semakin kerdil. Retorika hanya dikaitkan dngan gaya bahasa dan penyajian saja. Hal ini memunculkan aliran baru yang disebut dengan Manerisme (Mannerism).
Aliran ini sangat mengutamakan gaya bahasa. Retorika bagi aliran ini tidak lebih dari penggunaan bahasa dengan gaya bahasa yang indah.
Cicero muncul sebagai negarawan dan cendekiawan. Cicero merupakan orator ulung pertama dari kalangan bangsa Romawi dengan bukunya yang berjudul “De Oratore”.
Pernah hanya dalam dua tahun (44-45 SM) ia menulis banyak buku filsafat dan lima buah buku retorika. Ia percaya bahwa efek pidato akan baik bila yang berpidato adalah orang baik juga, atau dalam bahasa Inggris disebut “the good man speaks well”. Cicero betul-betul orator yang sangat berpengaruh.
Pada Masa Romawi, banyak terdapat sekolah-sekolah retorika. Selain itu, banyak juga orator-orator ulung seperti Antonius, Crassus, Rufus, dan Hortensius. Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero.
Ada yang menyebut agitator ini sebagai kaum Sophis yang artinya menggunakan argumen-argumen yang tidak sah. Para Sophis ini berkeliling dari satu tempat ke tempat lain sambil berbicara di depan umum. Jika dirunut dari asal katanya, Sophis berasal dari kata sophos yang artinya cerdik, pandai karena ahli dalam berbagai bidang ilmu, seperti politik, bahasa, dan filsafat.
Berkat kaum Sophis, abad keempat sebelum Masehi adalah abad retorika
Keterampilan menggunakan bahasa mendapat perhatian dari penguasa pada masa itu untuk merebut kekuasaan dan melebarkan pengaruhnya.
Bahkan para penguasa itu sampai menyewa agitator untuk memperkuat pengaruh mereka di mata masyarakat loh. Para agitator ini mempengaruhi pendapat umum dengan menggunakan alasan-alasan keagamaan dalam pernyataannya. Perkembangannya, para agitator ini mempelajari seni berbicara untuk meningkatkan penghasilannya karena mereka dibayar.
Perkembangan Retorika Yunani Retorika berkembang pada masa Yunani. Pada masa inilah retorika mengalami masa kejayaan. Pada masa ini orang Yunani banyak memperkuat kemuliaan hidupnya dengan seni dan buah pikiran. Ilmu pengetahuan pun berkembang yang ditujukan untuk mencari kebenaran sehingga lahirlah filsafat. Kemampuan menggunakan bahasa menjadi incaran bagi orang-orang yang ingin masuk dalam jajaran elit politik Yunani.