ㅤㅤ ㅤㅤ
( RUANGSA PRAJMÂN ༒︎ )
Kias basah milik nabastala melebur menjadi bentuk perapalan hikayat yang paling diagungkan pada pencipta sebagai wujud paling kekal dari sebuah makna rindu. Termaktub secara lugas tanpa adanya gamang yang merengkuh dengan badai kabut yang berdesir riuh pada rungu.
Perihal gemuruh dan sauh selayaknya napas yang membiru buru dalam heningnya cakrawala yang tengah membentang gulita di atas kepala. Limpahan curah kasih yang selalu dimaktubkan menjadi buihan lirih teruntuk atma yang memangku dengan penuh kisruh kasih dan perihal keterbatasan aksara yang mengacak perpendaran sebuah rahsa, maka, mungkin inilah yang menjadi dentingan tolak dalam setiap rahsa yang biru kelabu.
Gulita nya cakrawala 'tak menyempitkan keagungan buaian kasih yang penuh luka dan sesak bagi mereka yang mengemban rahsa dengan megahnya. Tatih bergema sebab fajar 'tak kunjung menjemput legamnya cakrawala yang tengah terbentang tiada batas hingga mereka cela dalam bait rindunya.
Pembentangan Kasih Cakrawala:
Rindu yang harus dibayar tuntas.ㅤㅤ
ㅤㅤ
Post #184
308