ㅤ
Kelak, ketika bara telah menjadi abu dan asap telah luruh, akankah kita masih mengingat apa yang pernah berdiri di sana?
ㅤ
Pepohonan yang dahulu menaungi Bumi Khatulistiwa hingga disebut dengan bangga sebagai Paru-Paru Dunia. Satwa yang kehilangan rimba sebagai tempat bernaung dan berkembang biak. Masyarakat yang harus berhadapan dengan aktivitas yang terganggu, ketidakpastian, serta udara tercemar.
ㅤ
Karhutla meninggalkan lebih dari sekadar tanah yang menghitam, yakni menyisakan kehilangan yang tidak serta-merta pulih ketika nyala terakhir dipadamkan.
Kita memang tidak berada di garis depan untuk memadamkan api. Meski begitu, tetap ada bagian yang bisa disematkan dalam keseharian. Semua bisa dimulai dengan meningkatkan kepedulian, membagikan informasi yang terverifikasi, mendukung upaya penanggulangan, serta menyuarakan pentingnya pencegahan dan perlindungan hutan secara berkelanjutan.
Jadi, Rayers dan Ubies, jangan biarkan kepedulian berhenti pada rasa prihatin, dan jangan biarkan suara publik meredup sebelum persoalan ditangani.
Karena hutan yang terbakar juga butuh keberpihakan dan tindakan nyata. Karena menjaga hutan bukan cuma tentang menyelamatkan apa yang masih tersisa, tetapi juga memastikan kehidupan tetap memiliki masa depan.
Karena #IndonesiaButuhOksigen.
ㅤ
ㅤ