CHAPTER ONE [O1]
๐entuman suara knalpot tak lagi memenuhi lajur kota, semuanya enggan keluar untuk merayakan kemenangan.
๐uara tawa sang pemimpin dan rekan rekannya memenuhi markas mereka, mentertawakan pasukan lawan yang sudah jatuh kewalahan.
แฎasukan lawan menatap kearah mereka dengan tatapan waspada, tak sedikit juga yang menunduk ketakutan. Melihat itu, sang pemimpin tertawa semakin kencang, menatap remeh kearah lawan.
แฎemimpin lawan menggeram kesal saat melihat pasukannya yang luluh lantak. Tubuhnya yang berusaha bangkit membuat sang pemimpin dan rekan rekannya terkekeh geli.
๐ang pemimpin akhirnya berjalan maju, mengelilingi para lawan dengan tatapan tegas. Kaki nya menunjang motor pemimpin lawan dengan keras, menyatakan sebuah kemenangan yang mutlak.
โ๐๐๐๐ฎ๐๐ก ๐ค๐๐ฆ๐๐ง๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ข๐ฉ๐๐ซ๐จ๐ฅ๐๐ก ๐๐๐ซ๐ข ๐๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฉ๐๐ซ๐ฌ๐๐ญ๐ฎ๐๐ง, ๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐ฌ๐ข๐ค๐๐ฉ ๐ฌ๐จ๐ค ๐ฃ๐๐ ๐จ๐๐งโ
แฎara lawan menatap kearah ๐rester dengan tatapan bengis, tapi ๐ก๐ฟ๐ฝร ๐๐ฒ dan lain tak tampak perduli. ๐จang paling kuat adalah pemenangnya, dan ๐rester adalah bentuk dari kekuatan itu.
โโโโโโโโโโโโ
โโโโโโโโโโโโ
ยฉยฎโข @OFCARESTERGANK
Post #8
201