Dilansir dari Grapee Japan, Senin (23/10/2023), mulanya, boneka ini dibeli di Hokkaido oleh seorang remaja laki-laki Eikichi Suzuki (17) pada 1918. Boneka itu lantas diberikan kepada adik perempuannya Kikuko (3) sebagai hadiah.
Kikuko sangat menyukai boneka barunya ini. Dia selalu membawa boneka itu kemana saja, bahkan sampai diajak tidur bersama.
Boneka itu punya gaya rambut okappa yang umum ditemukan di boneka tradisional Jepang. Rambutnya dipotong sepanjang garis rahang dan memiliki pinggiran pendek di bahu.
Sayangnya, Kikuko meninggal mendadak setahun kemudian. Dia meninggal setelah terserang flu.
Untuk mengenang, Kikuko, keluarganya menyimpan boneka tadi di kuil rumah. Mereka juga selalu mendoakan boneka tersebut. Hingga pada satu waktu, mereka menyadari sesuatu yang aneh.
Potongan rambut Okiku perlahan tumbuh. Hal ini dianggap sebagai pertanda bahwa boneka itu dirasuki roh penasaran dari Kikuko.