Di tengah kota Pripyat, berdiri sebuah
bianglala raksasa yang kini sudah berkarat. Wahana itu berdiri tegak dalam sepi, sesekali bergerak pelan dan mengeluarkan suara derit besi yang ngilu setiap kali angin malam berhembus.
Tempat itu benar-benar sunyi, seolah-olah waktu sengaja dihentikan paksa di sana.
Namun, hilangnya manusia bukan berarti kota ini sepenuhnya mati.
Masuk ke bagian ketiga:
Penguasa Baru di Zona Terlarang.
Manusia boleh pergi dari sana karena ketakutan terhadap bahaya radiasi, tetapi alam justru mengambil alih kekosongan itu tanpa permisi.
Hutan-hutan liar mulai tumbuh subur menembus lantai beton bangunan, tanaman merambat menutupi apartemen kosong, dan hewan-hewan predator seperti serigala kini berkeliaran bebas di dalam bekas ruang tamu warga.
Tinggal satu bagian terakhir sebagai penutup arsip ini. Sebentar, ya. πΊ