Perbedaan kedua; The eye of Sauron
ββ Ini jujur lumayan rumit. Di film, The Eye of Sauron adalah sebuah mata besar yang nagkring diatas menara. Padahal, di novel aslinya The Eye of Sauron adalah sebuah kiasan dari kamampuan Sauron yang bisa menjangkau seluruh Middle-earth. Hal ini dilakukan sutradara untuk mempermudah penonton dalam menafsirkan The Eye of Sauron yang berasal dari buku.
ββ Di dalam novel, Sauron ini digambarkan sebagai raja yang tinggi besar, berkulit baja hitam yang panas, dan jarinya cuma 4. Funfact, waktu masih merintis rencana cincin, Sauron ini suka nyamar jadi malaikat ganteng bernama Annatar buat ngibulin para elf. Tapi setelah NumΓ©nor ditenggelamkan, Sauron kehilangan kemampuan berubah nya dan stuck di wujud yang sekarang.
Kenapa Petter Jackson gak bikin visual asli Sauron?
ββ Jawabnya simpel tapi agak absurd. Pada awalnya sutradara mau nampilin wujud asli Sauron di ending, tapi, ide ini batal karena mereka takut Aragorn kebanting sama pesonanya raja terakhir.
We're going on.
