Kisah Hera dipenuhi dengan rasa marah dan hukuman, tapi siapa yang bisa menyalahkannya? π
Hera dihina, dikhianati, dan terus-menerus dilewati. Tapi alih-alih meninggalkan Zeus atau Olympus, ia mengambil peran sebagai penjaga tatanan, seringkali dengan cara yang keras.
Kita ingat bagaimana ia menghukum Semele β ibu dari Dionysus, atau Io, Leto, dan tentu saja, Herakles, anak Zeus dari perempuan lain.
Tapi pertanyaannya: apakah Hera hanya sekadar "cemburu"? Atau apakah ia menjaga hukum ilahi yang dilanggar? Di satu sisi, Hera terlihat kejam. Tapi di sisi lain, ia menegakkan peraturan meski harus melalui konflik.π
