Seorang nenek di Bengkulu pernah berkata:
"Harimau itu datang malam-malam. Ia tidak menyerang. Ia duduk di depan rumah. Tatapannya bukan lapar... tapi seperti ingin menyampaikan sesuatu."
Besoknya, cucunya yang merusak hutan dengan menebang pohon sembarangan... jatuh sakit.
Katanya, harimau itu adalah penjaga rimba, bukan pemangsa manusia, selama manusia tidak melanggar batasnya.