β¬part O5: 623! ββββββββββββ (Ψ§ΩΨ¨Ψ―Ψ§ΩΨ©) π¦
π .. A. Revolusi Turki Muda (1908)
Kelompok perwira militer dan intelektual yang menamakan diri Turki Muda (Young Turks) memaksa Sultan Abdul Hamid II mengembalikan sistem konstitusi. Kepemimpinan de-facto kekaisaran kemudian diambil alih oleh Tiga Pasha (Enver, Talaat, dan Djemal Pasha).
π .. B. Perang Dunia I (1914β1918)
Dalam upaya merebut kembali wilayah yang hilang, pimpinan Turki Muda membawa Utsmaniyah bergabung dalam Perang Dunia I di pihak Blok Sentral (bersama Jerman dan Austria-Hongaria).
Keputusan ini berujung bencana. Blok Sentral kalah dalam perang, dan melalui Perjanjian Sèvres (1920), wilayah Utsmaniyah di timur tengah dibagi-bagi oleh Inggris dan Prancis, sementara ibu kota Istanbul dan wilayah Anatolia diduduki oleh pasukan Sekutu (Yunani, Inggris, Prancis, Italia).
π .. C. Perang Kemerdekaan dan Runtuhnya Kesultanan (1919β1922)
Melihat tanah air mereka akan dibagi-bagi oleh Sekutu, muncul gerakan perlawanan nasionalis di Anatolia yang dipimpin oleh seorang jenderal pahlawan Perang Gallipoli, Mustafa Kemal Pasha (AtatΓΌrk).
β’ Majelis Nasional Agung: Mustafa Kemal mendirikan pemerintahan tandingan di Ankara.
β’ Penghapusan Kesultanan (1922): Setelah berhasil mengusir pasukan pendudukan Sekutu dalam Perang Kemerdekaan Turki, Majelis Nasional Agung secara resmi menghapuskan sistem Kesultanan Utsmaniyah pada tanggal 1 November 1922. Sultan terakhir, Mehmed VI, diasingkan keluar negeri naik kapal perang Inggris.
β’ Kelahiran Republik (1923): Pada tahun 1923, Perjanjian Lausanne ditandatangani untuk mengakui kedaulatan wilayah Turki, dan Republik Turki secara resmi diproklamasikan dengan Mustafa Kemal AtatΓΌrk sebagai presiden pertamanya, mengakhiri kekuasaan Dinasti Utsmaniyah yang telah berdiri selama 623 tahun.
β¬
