π©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έπ©Έ
βββ π₯πππ‘ πππ₯πππ¦π ββββ
ππ₯:: Setelah kembali dari masa istirahat singkat dari gangguan roh jahat yang menghantui mereka, Maurice Grosse memutuskan untuk mecoba berkomunikasi dengan Poltergeist dengan cara yang berbeda. Dia meminta makhluk tersebut untuk mengetuk dinding, sesuatu yang memang sering dilakukan oleh makhluk tersebut. Namun, kali ini satu ketukan akan menandakan "tidak" dan dua ketukan menandakan "iya".
"Apakah kamu laki-laki?" tanya Maurice seolah-olah sedang memainkan permainan Guess Who yang mengerikan.
"Apakah kamu dulu pernah tinggal di rumah ini?" *TOK TOK*
"Apakah itu lebih dari 50 tahun yang lalu?" *TOK TOK*
"Apakah kamu meninggal disini?" *TOK TOK*
"Apakah kamu tidak bahagia?" *TOK*
"Kenapa kamu ada disini? Apa karena kamu ingin menyampaikan sesuatu kepada kami?" *TOK*
"Apakah kamu sedang mempermainkanku?" *TOK*
ππ₯:: Dan pada saat itu, benda-benda mulai beterbangan ke seluruh rungan, sebuah kardus hampi menghantam wajah Maurice.
ββββββββ πβ¦ ββββββββ
