α΅α΅α΅α΅ Β³ β’ αΆαΆ¦βΏα΅α΅ ΚΈα΅βΏα΅ α΅α΅Κ³α΅α΅α΅α΅α΅Κ°
βββββββββββββββββββ
γ €
γ €γ €Memasuki usia 20an, Bintang dan Naya sudah resmi menjalin hubungan asmara. Tidak ada satu hari pun yang terlewatkan tanpa bertemu. Mereka semakin lekat satu sama lain, dan obsesi untuk punya cinta yang 'sehidup dan semati' makin nyata
γ €γ €"Nay, bagaimana kalau aku mati lebih dulu daripada kamu?" tanya Bintang.
γ €γ €"Apa maksud kamu? Kalau begitu aku juga ikut," Naya menjawab.
γ €γ €Raut wajah keduanya menjadi serius. Jantung Naya berdegup cepat dan pikirannya berkelana jauh. Membayangkan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan pertanyaan Bintang.
γ €γ €"Kak! Besok di rumah Tante aku tidur bareng Kakak, kan?" Nayunda datang dari lantai atas dan membuyarkan pikiran Naya.
