Tahun kematian aleksander agung & penyebab kematiannya :
Tapat pada usia ke 32 tahun, Alexander Agung menjadi penguasa salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada. Tetapi, setelah kesehatannya menurun drastis, mengalami kelumpuhan, dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk berbicara, dia pun meninggal pada tahun 323 SM. Anehnya,
tubuhnya tidak membusuk
selama beberapa minggu setelah kematiannya.
beribu ribu asumsi berkeliaran atas kematian aleksander agung. salah satu teori paling populer tentang kematian Alexander adalah keracunan. tapi terdapat teori baru, seperti yang dicatat Majalah Smithsonian, Alexander Agung menderita Guillain-Barre Syndrome, penyakit autoimun yang sangat langka yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini dianggap sangat cocok dengan gejala yang dialami Alexander, termasuk kelumpuhan yang membuatnya bisu.
Guillain-Barre Syndrome dapat ditularkan dari bakteri
yang mungkin saja menyerang Alexander saat ia keliling dunia untuk berperang.
Guillain-Barre Syndrome juga menjadi salah satu penyebab mengapa tubuhnya tidak membusuk., Karena, mungkin dia, aleksander agung memang belum benar-benar meninggal. Yang berarti Alexander mungkin masih hidup ketika dia dinyatakan meninggal.

