Saat seseorang mengalami serangan panik, otak memerintahkan sistem saraf untuk menimbulkan respons melawan atau menghindar. Tubuh kemudian akan menghasilkan zat kimia yang disebut adrenalin, yang memicu peningkatan detak jantung, frekuensi napas, dan aliran darah ke otot. Kondisi tersebut sebenarnya muncul dalam rangka mempersiapkan tubuh untuk melawan atau menghindar dari situasi tertekan.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan panik:
Stres.
• Perubahan suasana secara tiba-tiba, misalnya masuk ke lingkungan yang ramai dan penuh sesak.
• Faktor genetik atau memiliki keluarga dengan riwayat serangan panik.
• Mengalami trauma atau pengalaman yang membuat diri sangat tertekan.
• Konsumsi kafein, alkohol, dan NAPZA.
• Kondisi yang membuat penderita cemas dan tidak nyaman, misalnya saat menonton film horor atau mengalami turbulensi di atas pesawat.
Post #1202
109
