3. Kamu selalu diminta mengerti, tapi dia nggak pernah mengerti kamu.
Vey: Sebel nggak sih? kalau selalu dituntut buat paham sama keadaan dia terus, tapi dia sendiri nggak bisa ngertiin keadaan kita?
Kamu diminta sabar, diminta mengerti, bahkan sering kali harus mengalah demi menjaga hubungan tetap baik. Tapi, begitu kamu yang lagi capek, sedih, atau cuma pengen didengerin, dia malah nggak ada buat kamu. Seolah-olah perasaanmu nggak sepenting perasaannya. Padahal, dalam hubungan yang sehat, saling memahami itu harus datang dari dua arah, bukan cuma satu orang yang terus berusaha.
Vey: Nih, ya! Kalau selama ini cuma kamu yang terus diminta mengerti, sementara perasaanmu sendiri sering diabaikan, jangan anggap itu sebagai bentuk cinta. Hubungan yang sehat membuat kedua belah pihak sama-sama merasa didengar, dipahami, dan dihargai.
