๐๏ธ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐
A Little Story for Cyanta Raeslye
Di sebuah tempat kecil yang berdiri di ujung jalan berdebu, terdapat sebuah rumah yang selalu ramai oleh suara langkah kaki, tawa, dan percakapan sederhana. Namanya Blessed Children Home. Rumah itu bukanlah rumah yang paling besar. Dindingnya mungkin tidak setinggi bangunan-bangunan di kota, dan jalannya pun hanya berupa sebuah trail panjang yang membentang menuju padang luas. Namun bagi anak-anak yang tinggal di sana, tempat itu adalah rumah. Di antara banyaknya little one yang tinggal di sana, ada seorang anak bernama Cyanta Raeslye. Cyanta bukanlah anak yang selalu menjadi pusat perhatian. Ia tidak selalu menjadi yang pertama datang ketika sebuah kegiatan dimulai, ataupun yang paling sering datang ketika semua anak berkumpul. Namun, ada sesuatu dari dirinya yang perlahan-lahan membuat orang lain menyadarinya. Cyanta selalu berusaha. Ketika ada kegiatan, ia datang dan mengambil bagiannya. Ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, ia berusaha untuk hadir. Dan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, ia tidak buru-buru menyerah. Hal-hal kecil itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi justru dari hal-hal kecil itulah sebuah cerita besar mulai terbentuk.
Suatu sore, ketika matahari mulai turun di balik bukit, anak-anak Blessed Children Home berkumpul di halaman depan. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah dan rerumputan yang baru saja terkena hujan. Cyanta duduk di salah satu bangku kayu sambil memperhatikan langit. Warnanya perlahan berubah menjadi jingga. Seorang pengasuh kemudian menghampirinya.
โCyanta.โ Cyanta menoleh. โIya, Ibu?โ
Pengasuh itu tersenyum kecil. โKamu tahu nggak? Kadang-kadang, menjadi hebat itu bukan tentang menjadi yang paling depan.โ
Cyanta mengernyitkan kening. โTerus tentang apa?โ
โTentang tetap melakukan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang sedang melihat.โ Cyanta terdiam.
Ia memandangi kedua tangannya sendiri. Mungkin selama ini ia tidak pernah menyadari bahwa hal-hal kecil yang ia lakukan ternyata diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya. Bukan karena ia ingin mendapatkan penghargaan. Bukan karena ia ingin disebut paling hebat. Ia hanya ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan sedikit kebaikan kepada rumah yang telah menjadi tempatnya bertumbuh. Hari-hari pun terus berjalan. Satu kegiatan selesai, kemudian kegiatan lainnya dimulai. Ada hari ketika Cyanta tertawa bersama teman-temannya. Ada hari ketika ia merasa lelah. Ada pula hari ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Tetapi setiap kali hari baru datang, Cyanta selalu kembali melangkah. Pelan-pelan. Satu langkah demi satu langkah. Hingga suatu pagi, seluruh anak Blessed dikumpulkan di halaman. Di depan mereka berdiri sebuah papan kecil dengan tulisan:
โ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ โ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐.โ
Cyanta terdiam. โEh?โ
Ia melihat sekeliling, seolah memastikan bahwa nama itu benar-benar miliknya. Pengasuh di sampingnya tersenyum. โSelamat, Cyanta.โ
Untuk beberapa saat, Cyanta tidak tahu harus berkata apa. Ada rasa bahagia yang perlahan memenuhi dadanya. Namun di balik kebahagiaan itu, ia justru teringat pada semua orang yang selama ini berjalan bersamanya. Teman-temannya. Para pengasuh. Guru. Dan seluruh orang yang membuat hari-harinya di Blessed terasa berarti.
โBu...โ ucap Cyanta pelan.
โIya?โ
โKalau aku dapat penghargaan ini... berarti aku harus terus jadi baik, kan?โ Pengasuh itu tersenyum.
โBukan karena kamu mendapatkan penghargaan, Sayang." Ia mengusap kepala Cyanta dengan lembut.
โKamu boleh tetap menjadi dirimu sendiri. Penghargaan ini hanya sebuah cara kecil untuk mengatakan bahwa kami melihat usahamu.โ Cyanta tersenyum.
Untuk pertama kalinya, ia benar-benar mengerti. Menjadi yang terbaik bukan berarti harus selalu sempurna. Bukan berarti tidak boleh lelah. Bukan berarti tidak boleh melakukan kesalahan. Menjadi yang terbaik adalah ketika seseorang tetap memilih untuk berbuat baik, tetap berusaha, dan tetap memberikan sesuatu yang berarti meskipun tidak selalu mendapatkan tepuk tangan. Sore itu, Cyanta kembali duduk di bangku kayu yang sama. Langit kembali berubah menjadi jingga. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Di tangannya terdapat sebuah sertifikat. Dan di dalam hatinya tersimpan sebuah perasaan baru:
bahwa dirinya berarti.
Angin berembus melewati halaman Blessed. Cyanta memandang jalan panjang di hadapannya. Ia belum tahu ke mana trail itu akan membawanya. Mungkin akan ada jalan yang mudah. Mungkin juga akan ada jalan yang penuh kerikil. Tetapi satu hal yang ia tahuโ Ia akan terus melangkah. Karena setiap little one memiliki perjalanan masing-masing. Dan untuk hari ini, perjalanan kecil milik Cyanta Raeslye telah meninggalkan satu jejak indah di jalan panjang bernama Blessed Children Home. Di tempat itu, sebuah bintang kecil tidak perlu bersinar paling terang. Ia hanya perlu tetap menyala.
Dan Cyanta...
adalah salah satu bintang kecil itu. ๐ค๐๏ธ
๐๐๐ ๐๐๐
For Cyanta Raeslye, with love and appreciation from Blessed Children Home. ๐๐ค
Post #13997
31
- ๐ 2
- ๐ฅ 1
- ๐ 1