ㅤㅤㅤㅤ꩜ (GET-TO-KNOW-PHASE!) 🐚🫧
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ &. Marlin’s Intro.
Sekarang waktunya kita memperkenalkan sang Marlin. Bacalah pengenalannya dengan saksama ya, Dory. Setiap detail penting dalam perjalanan penuh pesona ini!
꩜ Name: Ashlan Ghifari
꩜ Muse: Lee Juyeon
꩜ Sifat: Kalau first impression, gue mungkin bakal keliatan pretty calm, mature, dan nggak terlalu banyak tingkah. Gue lebih suka observe dulu sebelum ikut nimbrung, nggak gampang kebawa suasana, dan cukup tahu gimana cara menempatkan diri. Tapi jangan terlalu percaya sama first impression gue, karena once I'm comfortable, sifat asli gue mulai keluar dan ternyata lumayan random. Gue suka ngobrol, apalagi kalau udah ketemu orang yang cocok diajak cerita. Bisa ngobrolin hal yang serius dan meaningful, tapi beberapa menit kemudian tiba-tiba bahas sesuatu yang nggak ada hubungannya sama sekali. Humornya juga agak questionable, kadang jokes gue garing tapi gue sendiri yang ketawa paling keras. Gue suka jahil, suka ngeledek, dan kadang sengaja bikin orang kesel cuma karena menurut gue reaksinya lucu. Kalau dibales, biasanya langsung pura-pura innocent, “lah, gue kan cuma bercanda.” Walaupun kelakuan gue kadang nggak jelas, gue sebenarnya cukup soft-hearted. Gue lebih suka menunjukkan rasa peduli lewat little things daripada terlalu banyak words. Bisa tiba-tiba nanya, “udah makan belum?” atau “hari ini capek nggak?” tanpa alasan khusus. Kalau tahu seseorang lagi punya bad day, gue mungkin nggak langsung kasih nasihat panjang lebar. Gue lebih suka stay, nemenin ngobrol, atau sekadar bikin suasananya sedikit lebih ringan. For me, being there matters more than saying the perfect thing. Gue juga cukup menghargai komunikasi. Kalau ada sesuatu yang bikin gue atau pasangan nggak nyaman, gue lebih memilih buat dibicarakan baik-baik daripada dipendam sampai jadi masalah baru. Gue nggak suka hubungan yang isinya guessing game, sengaja bikin cemburu, atau saling silent treatment cuma buat lihat siapa yang menyerah duluan. Kalau memang ada masalah, ya udah, duduk bareng, ngomongin pelan-pelan, cari jalan keluarnya. Tapi kalau udah sama orang yang gue sayang, sisi mature gue kadang kalah sama sisi manja sendiri. Suka bilang “nggak kangen” dengan muka paling yakin, lalu beberapa jam kemudian malah cari-cari alasan buat chat duluan. Bisa pura-pura sibuk padahal sebenarnya nungguin notif. Kalau dibales lama, awalnya bilang “santai aja”, lima menit kemudian nanya lagi, “kamu sibuk ya?” I'm not exactly clingy, katanya. :) Cuma memang agak suka ditemenin. Love language gue juga cukup sederhana. Gue suka quality time, ngobrol sampai lupa waktu, saling cerita tentang hari masing-masing, atau sekadar stay di call walaupun nggak banyak ngomong. Buat gue, nggak harus selalu ada big gestures. Kadang seseorang yang tetap ingat hal kecil tentang gue aja udah cukup bikin senang. Dan meskipun gue suka bercanda, kalau soal memperlakukan pasangan gue cukup gentleman. Gue nggak suka bikin seseorang merasa harus mengejar-ngejar perhatian gue. Kalau memang sayang, ya gue tunjukin. Kalau salah, gue bisa minta maaf. Kalau kangen, walaupun gengsi, eventually bakal gue bilang juga. Karena menurut gue hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling cool, tapi siapa yang sama-sama mau menjaga. Basically, I'm the kind of guy who looks mature from afar, turns into a complete menace once I'm comfortable, and somehow still manages to be sweet at the same time. Bisa diajak deep talk jam dua pagi, tapi lima menit kemudian malah ngajak debat soal hal paling nggak penting sedunia. Intinya, gue kelihatannya gentleman. Aslinya gentleman yang suka ngerecokin orang kesayangan sendiri.
꩜ Kriteria: Gue nggak terlalu punya list panjang soal pasangan ideal. Yang penting someone yang warm, genuine, dan easy to talk to. Perempuan yang bisa jadi dirinya sendiri tanpa harus terlalu jaim, nggak gengsian buat ngomong kalau ada sesuatu yang dirasa nggak nyaman, dan tentunya bisa diajak bercanda. I like someone who can be my partner and my best friend at the same time. Bisa ngobrolin hal serius, bisa saling cerita soal hari yang melelahkan, tapi juga bisa tiba-tiba ketawa gara-gara hal receh. Nggak harus selalu romantis, karena menurut gue perhatian yang sederhana justru sering terasa lebih genuine. Gue juga cukup suka perempuan yang punya kehidupan dan kesibukannya sendiri. Nggak harus selalu available, nggak harus 24/7 chatting, karena gue ngerti semua orang punya real life masing-masing. Yang penting ada komunikasi dan mutual effort. Sesibuk apa pun, setidaknya masih bisa bilang, “aku lagi sibuk, nanti lanjut ya,” daripada tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Gue juga nggak mencari hubungan yang terlalu complicated. I want something that feels safe, fun, and comfortable. Bisa saling support tanpa merasa dikekang, bisa saling kasih ruang tanpa merasa ditinggalkan, dan bisa ngobrol kalau ada masalah tanpa harus saling menyakiti dulu. Kalau gue bisa dapat seseorang yang bisa menerima sisi mature sekaligus random gue, tahan sama jokes receh, nggak risih kalau sesekali gue manja, dan mau tumbuh bareng tanpa banyak drama, menurut gue that's already more than enough.
📓🧩/... Setelah kalian baca & tertarik. Jangan lupa untuk komen “
DONE” setelah rules di comsect, ya. Itu tanda kecil dari kamu kalau sudah siap menyelam lebih jauh ke bagian cerita ini, Dory!ㅤ · ─────────── ·☆· ─────────── ·