π¦π’π ππ§πππ‘π π§πππ§ πͺππ‘π§ π§π’π’ πππ₯
Malam ini tampak lebih cerah dari hari-hari sebelumnya, bulan pun hadir di luasnya langit dengan sempurna. Dengan sedikit rasa impulsif yang selalu hadir gue mengajak Lorelei, sobat plenger penjual cookies gue itu pergi tanpa memberitahunya terlalu banyak tentang tujuan kami. Cukup dengan sedikit bujukan dan janji bahwa malam itu bakal menyenangkan, gue berhasil membuatnya ikut tanpa banyak bertanya. Sepanjang perjalanan, gue sengaja tidak membahas terlalu jauh mengenai rencana yang gue miliki untuk dia malam ini, sesekali gue melemparkan candaan setiap kali dia mulai penasaran dengan tempat yang akan kami tuju.
"Jong, ini kita mau kemana sih? Kok kayaknya jauh banget"
βUdah, percaya aja sama gue. Kalau ternyata nggak seru, nanti gue traktir lo sesuatu,β ujar gue, memasang senyum paling meyakinkan seolah-olah nggak ada sesuatu yang sedang gue sembunyikan.
Tujuan kami adalah sebuah taman yang katanya malam itu akan mengadakan acara nonton bersama di bawah langit terbuka. Setidaknya, itu alasan yang gue berikan kepadanya. Namun, begitu kami tiba, yang menyambut justru taman yang lengang, dengan layar besar, tanpa kerumunan orang, bahkan tanpa tanda-tanda bahwa sebuah acara akan berlangsung.
Gue membiarkan dia mencerna pemandangan itu sebentar sebelum akhirnya tertawa kecil, mengakui bahwa ada sedikit kebohongan dalam rencana malam ini. Alih-alih mengajaknya pulang, gue justru menggandengnya menyusuri jalan setapak menuju sudut taman yang sudah gue persiapkan sebelumnya. Ada sebuah terpal kain luas dengan beberapa bantal nyaman, beberapa lampu kecil, dan suasana tenang yang rasanya jauh lebih menyenangkan daripada keramaian mana pun.
βPrank,β kata gue sambil terkekeh. βNggak ada acara nobar. Tapi, tenang, gue punya acara sendiri buat malam ini.β
"Yaelah, kok lu bohongin gue gitu deh, Jong. Kecewa!" Jawabnya dengan cemberut kecil karena merasa dibohongi.
Setelah menghabiskan waktu dengan obrolan ringan dan beberapa candaan, gue akhirnya berhenti mengelak dari alasan sebenarnya membawa Lorelei ke sana. Gue menoleh kepadanya, kali ini dengan senyum yang sedikit lebih gugup, lalu meraih tangannya perlahan.
βSebenernya, gue cuma pengin punya waktu berdua sama lo. Ada sesuatu yang udah lama pengin gue bilang, tapi kayaknya gue butuh tempat yang pas buat ngomonginnya.β
Gue menarik napas singkat, sebelum akhirnya meraih sebuah bouquet bunga yang sudah gue persiapkan, dan menatap matanya sebelum melanjutkan kalimat yang bakal gue ucapkan.
βLor, gue selalu suka sama semua hal yang lu lakukan sejauh ini, gue suka senyum lu, gue juga suka cookies buatan lu walaupun agak bikin gigi gue sakit. But i think i've fallen too far for this, would you be my girl, Lorelei? Would you give me a chance?β
Post #791
50
- β€ 13
- π₯ 6