TGViewer
archv. archv. @nicchile · 1 subscribers
Post #47 2

Forwarded from ✶ 随心所欲 (Elion A. Vaelor)

@davenhl, Masih Hatiku.

Jika ada yang bertanya tentang bagaimana rasanya memiliki hubungan yang sempurna, aku akan selalu mengingat masa-masaku bersama Daverick. Dulu, hubungan kami benar-benar sangat baik, jenis ikatan yang penuh dengan kedamaian dan rasa saling memahami yang luar biasa. Sepanjang kami bersama, kami bahkan tidak pernah memiliki masalah apa pun. Tidak ada pertengkaran hebat, tidak ada kecurigaan, dan tidak ada ego yang saling berbenturan. Setiap hari yang kami lewati selalu dipenuhi dengan tawa, obrolan hangat, dan dukungan yang tulus. Kami adalah definisi dari dua orang yang saling mencintai dengan cara yang paling sehat.

​Namun, hidup terkadang memiliki jalannya sendiri yang tidak bisa kita tebak. Suatu hari, karena sebuah keadaan yang tidak bisa kami hindari, kami terpaksa harus menyudahi hubungan ini. Kami berpisah dengan cara yang baik-baik, tanpa rasa benci. Kami dipaksa melepaskan genggaman justru di saat rasa sayang itu masih utuh di dada masing-masing.

​Bertahun-tahun setelah perpisahan itu, waktu berlalu dan kami menjalani hidup sendiri-sendiri. Sampai pada suatu hari, sebuah surat undangan datang dari salah seorang teman kami. Ketika kubuka, nama Daverick tertera di sana, bersanding dengan nama pasangannya yang baru. ​Seketika itu juga, dadaku rasanya menjadi sangat sakit dan berat. Seluruh rasa yang kupikir sudah terkunci rapat, mendadak pecah berantakan. Rasa cemburu, amarah, dan kesedihan yang teramat sangat bercampur menjadi satu. Hatiku berteriak protes, karena jauh di lubuk hatiku, rasa yang dulu itu tidak pernah berubah—kamu masih menjadi pemilik hatiku. Sangat menyesakkan melihat orang yang dulu begitu memujaku, kini bersumpah untuk menjaga orang lain.
​
​Di hari bahagia itu, aku memilih untuk berdiri di barisan paling belakang. Dari sudut yang jauh, aku sengaja menempatkan diri hanya untuk memperhatikan jalannya pernikahanmu. Di tengah riuhnya suasana dan tatapan bahagia orang-orang, netra kita sempat bertemu. Kamu melihatku yang berdiri di antara kerumunan, lalu mengulas sebuah senyuman—senyuman hangat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah kulihat lagi. ​Melalui senyuman itu, kita seolah saling bicara tanpa suara. Kamu yang bersyukur atas kehadiranku, dan aku yang mencoba tersenyum tegar, merelakanmu bahagia dengan dia, meski hatiku sepenuhnya masih milikmu.
Spotify Masih Hatiku Arsy Widianto, Tiara Andini · Masih Hatiku · Song · 2024
More from @nicchile
  1. Jun 21, 2026Post #65
  2. Jun 21, 2026My kisah dari Nohebi, Kuguri
  3. Jun 16, 2026Post #61
  4. Jun 16, 2026Ini ordal khusus Ave yang sedang uas, ini kayaknya aku ke Ave deh gemas, AVE GEMAS @davenh…
  5. Jun 5, 2026Post #59
  6. Jun 5, 2026@davenhl kita putus karna keseringan berantem
Threads Profile ViewerView any public Threads profile without an account.Open ThreadLook →Writing with AI? Make it sound human.Metric37 rewrites AI drafts so they read naturally. Free AI detector, 1,500 words free.Try Metric37 →